"Kami bergabung dengan Polda Metro Jaya untuk mengejar para pelaku tersebut seperti yang telah disampaikan korban,” ujar Kapolresta Depok Kombes Pol Mulyadi Kaharni kepada detikcom di Mapolresta Depok di Jalan Margonda Raya, Sabtu (17/12/2011).
Namun, dengan alasan dapat menganggu strategi pengembangan pengejaran pelaku di lapangan, Mulyadi tak bersedia menjelaskan rincian dari ketiga unit tersebut. "Maaf, itu biar jadi bagian kami demi pengembagan kasus ini. Kalau sudah ke hal teknis saya tak dapat menjelaskan lebih detil,” tambahnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun tidak jauh dari jalan Raden Saleh, seorang pelaku yang duduk di belakang angkot menodongkan golok pada Ros. Ros sempat teriak dan melawan. Akibatnya bahu kiri atas Ros terkena sabetan golok. Setelah itu Ros dibekap dan ditidurkan di tengah angkot.
Dalam keadaan angkot tetap berjalan, 1 orang pelaku memperkosa Ros. Sementara 1 orang teman pelaku memegangi Ros untuk melampiaskan nafsu bejatnya. Sedangkan sang sopir menyemangati pelaku untuk melakukan perkosaan, ternyata ada juga seorang perempuan yang ikut dalam kawanan ini. Si perempuan duduk di samping sopir. Diduga karena adanya sosok perempuan inilah yang membuat Ros berani naik angkot asing ini yang bukan bertrayek dalam Kota Depok.
Menurut keterangan paman Ros, Joi (50) ketika ditemui detikcom di rumahnya, biasanya, keluarga besar Ros yang sebagian besar berdagang sayur dan makanan saban hari berangkat ke pasar dini hari. "Keluaga kami warga asli Kampung Cikumpa ini, bila berangkat ke pasar Kemiri Muka naik angkot Kota Depok D06. Tidak pernah kami melihat ada angkot M26 yang pemiliknya tinggal di sekitar sini. Mungkin, karena ada perempuan di dalam angkot makanya Ros naik angkot itu," tutur Joi kepada detikcom di rumahnya, Jumat (16/12/2011).
(van/van)










































