Demikian disampaikan Humas Sinar Mas, Nurul Huda kepada detikcom, Sabtu(17/12/2011) di Pekanbaru. "Tudingan tersebut tidak benar, kita mempertanyakan kevaliditasan data yang mereka punya, peta mana yang mereka pakai, sementara yang kita punya sesuai dengan peta yang dikeluarkan resmi oleh pemerintah," kata Nurul.
Dia menyebut, perusahaan Asia Pulp and Paper (APP) selama ini punya komitmen yang jelas untuk mempertahankan kawasan konservasi Senepis sesuai dengan habitat aslinya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tudingan EoF boleh-boleh saja disampaikan. Namun bukan berarti hal itu dapat diterima bulat-bulat sebagai sebuah kebenaran. Untuk apa kami mencadangkan konsesi kami sebagai hutan konservasi dan membiayai perlindungan harimau kalau akhirnya kami rusak sendiri? Kami juga memiliki komitmen menjaga harimau Sumatera dan satwa-satwa langka lainnya di hutan itu. Langkah kami bukan hanya janji, tapi sudah aksi nyata," kata Nurul.
Pihak Sinar Mas meminta pihak-pihak yg menuding untuk menunjukkan data-data lapangan yang ditudingkan kepada perusahaan. Bila perlu dilakukan penelitian independen untuk membuktikan tekad perusahaannya untuk menjaga kawasan konservasi.
"Sekarang ini banyak klaim-klaim pihak-pihak tertentu yang tidak jelas. Tuduhan boleh saja disampaikan, namun apakah benar bahwa kami membabat hutan yang tidak sesuai izin yang diberikan pada kami? Hal itu mesti dicek langsung ke lapangan dahulu, kami menduga ada motif tersembunyi atau hidden agenda yang ingin berbinis secara tidak sehat di republik ini, sehingga menuding dan mengklaim bahwa mereka yang paling benar," kata Nurul.
(cha/anw)











































