Sinar Mas Bantah Merusak Suaka Harimau Sumatera

Sinar Mas Bantah Merusak Suaka Harimau Sumatera

- detikNews
Sabtu, 17 Des 2011 14:17 WIB
Pekanbaru - Sinar Mas Group membantah pihaknya merusak suaka Harimau Sumatera. Perusahaan kertas ini menyebut, tudingan para aktivitis tidak memiliki bukti valid.

Demikian disampaikan Humas Sinar Mas, Nurul Huda kepada detikcom, Sabtu(17/12/2011) di Pekanbaru. "Tudingan tersebut tidak benar, kita mempertanyakan kevaliditasan data yang mereka punya, peta mana yang mereka pakai, sementara yang kita punya sesuai dengan peta yang dikeluarkan resmi oleh pemerintah," kata Nurul.

Dia menyebut, perusahaan Asia Pulp and Paper (APP) selama ini punya komitmen yang jelas untuk mempertahankan kawasan konservasi Senepis sesuai dengan habitat aslinya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebagai bukti konkret, lanjut Nurul, Sinar Mas sudah mencadangkan kawasan hutan yang berada dalam konsesinya seluas 16.000 hektar dari total lebih kurang 106.000 hektar untuk kawasan konservasi harimau. Tindakan melepas konsesi perusahaan untuk dijadikan kawasan konservasi adalah tanggung jawab APP atau Sinar Mas dalam melindungi harimau Sumatera.

"Tudingan EoF boleh-boleh saja disampaikan. Namun bukan berarti hal itu dapat diterima bulat-bulat sebagai sebuah kebenaran. Untuk apa kami mencadangkan konsesi kami sebagai hutan konservasi dan membiayai perlindungan harimau kalau akhirnya kami rusak sendiri? Kami juga memiliki komitmen menjaga harimau Sumatera dan satwa-satwa langka lainnya di hutan itu. Langkah kami bukan hanya janji, tapi sudah aksi nyata," kata Nurul.

Pihak Sinar Mas meminta pihak-pihak yg menuding untuk menunjukkan data-data lapangan yang ditudingkan kepada perusahaan. Bila perlu dilakukan penelitian independen untuk membuktikan tekad perusahaannya untuk menjaga kawasan konservasi.

"Sekarang ini banyak klaim-klaim pihak-pihak tertentu yang tidak jelas. Tuduhan boleh saja disampaikan, namun apakah benar bahwa kami membabat hutan yang tidak sesuai izin yang diberikan pada kami? Hal itu mesti dicek langsung ke lapangan dahulu, kami menduga ada motif tersembunyi atau hidden agenda yang ingin berbinis secara tidak sehat di republik ini, sehingga menuding dan mengklaim bahwa mereka yang paling benar," kata Nurul.

(cha/anw)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads