"Ada percobaan suap dari saudara Haris. Nanti akan saya sampaikan ke penyidik," ujar Wa Ode usai acara diskusi polemik Sindo Radio di warung daun, Jl Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (17/12/2011).
Wa Ode tidak merinci perihal percobaan suap tersebut, namun ia memastikan bahwa percobaan suap itu terkait permasalahan PPID. Wa Ode juga membantah ada rekening liar sebesar Rp 6 miliar yang masuk ke rekeningnya.
"(Tudingan Rp 6 miliar) Itu tidak benar semuanya fitnah saya sudah print out rekening saya. Rekening saya transaksinya semua legal tidak ada transaksi mencurigakan. Ditransaksi saya hanya ada uang keluar dan uang masuk bahwa penyetornya dan penariknya Sefa (Staf Wa Ode)," terangnya.
Menurut Wa Ode, selama ini memang menggeluti usaha konveksi warisan orang tuanya. Perusahaan konveksinya pun sudah ia laporkan dalam laporan harta kekayaan penyelenggaran negara (LKHPN).
"(Perusaahan konveksi) Itu bener bisa dicek di Tanah Abang," terangnya.
Wa Ode pun percaya KPK tidak akan menjadi alat kekuasaan dan politik. Wa Ode mengaku akan menyiapkan diri untuk menghadapi penyidik, menghadapi proses hukum.
"Sebagai pejabat negara saya menghormati proses hukum. Saya ihklas, tapi sebagai manusia biasa nurani saya berontak, nama saya tidak pernah disebut-sebut lalu bisa jadi tersangka," imbuhnya.
(her/anw)











































