Meski Diancam, Pasukan Jepang Tetap akan Berada di Irak

Meski Diancam, Pasukan Jepang Tetap akan Berada di Irak

- detikNews
Rabu, 21 Jul 2004 13:25 WIB
Jakarta - Pemerintah Jepang menyatakan akan tetap mempertahankan pasukannya di Irak meski adanya ancaman serangan. Ancaman tersebut datang dari sebuah kelompok yang dipimpin Abu Musab al-Zarqawi, militan yang diduga terkait al Qaeda.Statemen yang dikatakan berasal dari Zarqawi itu diposting di sebuah situs Muslim, Selasa (20/7/2004) kemarin. Dalam pernyataan itu, Jepang dituntut untuk mengikuti langkah Filipina dan menarik pasukannya dari Irak.Deputi Sekretaris Kabinet Jepang Masaaki Yamazaki mengatakan bahwa pemerintah Tokyo tengah memeriksa kredibilitas statemen tersebut. Namun ditegaskan bahwa sikap Jepang soal Irak tetap tidak berubah."Untuk pembangunan kembali Irak, kami harus meneruskan dukungan kami dan tidak menyerah pada terorisme," tukas Yamazaki pada konferensi pers di Tokyo seperti dilansir kantor berita Reuters, Rabu (21/7/2004).Jepang menempatkan sebanyak 550 pasukan non-tempur di Irak. Ancaman ini keluar bertepatan dengan pembebasan sandera asal Filipina, Angelo dela Cruz setelah hampir dua minggu ditawan kelompok bersenjata di Irak.Kelompok yang dipimpin Zarqawi telah mengklaim bertanggung jawab atas beberapa pengeboman bunuh diri, pembunuhan pejabat-pejabat Irak serta pembunuhan sandera asal Bulgaria, Korea Selatan dan Amerika Serikat.Pemerintah Washington telah menawarkan hadiah uang sebesar US$ 25 juta untuk penangkapan Zarqawi, militan kelahiran Yordania itu.     (ita/)


Berita Terkait