Sejatinya, pukul 19.30 WIB tadi, DPR akan menggelar rapat gabungan Komisi II, Komisi III dan Komisi VIII dengan Menag, Mendagri, Kapolri, Gubernur Jabar, Wali Kota Bogor serta jemaat GKI Yasmin sendiri. Namun Kapolri dan Menag tiba-tiba saja membatalkan rapat karena ada urusan mendadak.
"Kami nggak dapat kabar soal pembatalan rapat, tidak ada yang memberitahu kami," kata Bona Sigalingging, Juru Bicara GKI Yasmin, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (16/12/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bahkan politisi asal FPDIP, Eva K Sundari serta Ketua GP Ansor, Nusron Wahid juga datang untuk mendukung mereka. Akhirnya mereka pun duduk di lantai secara melingkar tepat di depan press room DPR.
Bona serta jemaat pantas kecewa dengan pembatalan ini. Sejak pukul 11.00 WIB, Bona dkk sudah beranjak dari Bogor menuju ke Kemendagri. Di tempat itu, mereka juga berdiskusi mengenai kisruh yang dialaminya.
Selain itu, bukan kali ini saja rapat dibatalkan. Selasa (13/12) lalu, rapat juga dibatalkan secara sepihak tanpa ada kejelasan.
"Ini menunjukkan kalau pemerintah tidak memandang serius masalah ini. Mungkin tidak dipandang penting," keluhnya.
Nusron sendiri mengaku tidak habis pikir dengan sikap pemerintah. Namun ia berharap Jemaat GKI Yasmin jangan menyerah menghadapi ini.
"Jangan mau direlokasi. Masa mau ketemu Tuhan saja harus ribet, harus pakai protokol dan penjagaan. Jangan menyerah," tegas Nusron yang juga diamini oleh Eva.
(mok/fjr)










































