Bupati Ogan Komering Ilir Bantah Izin PT SWA Dikeluarkan Pihaknya

Bupati Ogan Komering Ilir Bantah Izin PT SWA Dikeluarkan Pihaknya

- detikNews
Jumat, 16 Des 2011 21:43 WIB
Jakarta - Bupati Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, Ishak Mekki,
menjelaskan izin perusahaan perkebunan PT Sumber Wangi Alam (SWA) yang
berkonflik dengan warga Desa Sungai Sodong, Kecamatan Mesuji, OKI,
Sumatera Selatan, dikeluarkan bukan oleh pemerintahannya.

“Izin perusahaan perkebunan itu dikeluarkan sejak tahun 1996 oleh
Gubernur Sumsel saat itu,” kata Ishak Mekki, kepada detik.com, Jumat
(16/12/2011) malam.

Menurut Ishak, konflik itu pun muncul sebelum dirinya menjadi bupati.
“Saat saya menjadi bupati, saya sudah melakukan berbagai usaha guna
menengahi atau menyelesaikan konflik tersebut, termasuk bersama Komnas
HAM beberapa waktu lalu,” kata Ishak. “Saya tawarkan win-win solution
kepada kedua pihak,” tegasnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebagai informasi, pada 21 April 2011 lalu, terjadi konflik berdarah
antara warga Sungai Sodong, Kecamatan Mesuji, Kabupaten Ogan Komering
Ilir (OKI), Sumatera Selatan, dengan karyawan PT Sumber Wangi Alam
(SWA) yang menewaskan tujuh orang.

Tak lama kemudian, dilakukan pertemuan antara warga, pemerintah OKI,
pihak perusahaan, serta Komnas HAM. Komnas HAM saat itu selain
melakukan investigasi kasus kekerasan, juga memberikan solusi agar
konflik diselesaikan. Saat itu Ishak Mekki juga meminta antara warga
dengan pihak perusahaan segera menyelesaikan konflik.

Namun, berdasarkan investigasi sejumlah LSM seperti AMAN, Walhi,
YLBHI, Sawit Watch, KpSHK, dan Foker Papua pada 11 Desember 2011 lalu,
ternyata banyak warga yang takut pulang ke rumah lantaran diancam akan
ditangkap dan ditahan.

Sementara lahan yang menjadi sengketa, sejak dua bulan terakhir telah
dikuasai secara sepihak oleh perusahaan, "Bahkan PT SWA melakukan
panen di lahan tersebut dengan dikawal aparat Brimob dan Pamswakarsa
yang ditambah jumlahnya di antaranya didatangkan dari Banten, bahkan
aparat Brimob juga menjaga kantor mess perusahaan di lokasi perkebunan
desa Sungai Sodong," Mualimin, seorang aktifis AMAN.

(tw/fjr)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini