Saat ini, sebanyak tujuh desa di enam kabupaten di Bali tengah bersiap menyambut turis secara langsung. Tujuh desa ini merupakan desa yang memiliki keunikan alam dan budaya di tiap daerah sehingga menyandang status desa wisata.
Tujuh desa itu adalah Desa Pinge di Kabupaten Tabanan, Desa Blimbingsari (Jembrana), Desa Bedahulu (Gianyar), Desa Penglipuran (Bangli), Desa Pancasari (Buleleng), Desa Budakeling dan Desa Jasri (Karangasem).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Warga desa telah dilatih oleh Bali Hotel Asosiation (BHA) untuk bisa memberikan pelayanan ala karyawan hotel. Warga mendapat pelatihan merapikan tempat tidur, cara mencuci sprei, memasak dan menyajikan makanan ala hotel.
Desa Wisata akan menjadi atraksi yang menarik bagi wiasatawan. Para turis bisa menginap di desa, berbelanja, belajar menari, melukis, membajak sawah langsung dari warga desa.
Ide pelatihan ini digelar oleh BHA dengana bantuan dana dari Bank Indonesia Denpasar.
"Kami menyediakan dana CSR sebesar Rp 1,3 miliar untuk memberdayakan masyarakat desa di Bali sehingga mereka bisa menikmati keuntunagan dari pariwisata secara langsung," kata Pemimpin BI Denpasar Jeffrey Kauripan usai menandatangi penyerahan bantuan di kantor BI, Jl Tjokorda Agung Tresna, Denpasar, Jumat (16/12/2011).
Sementara itu, Gubernur Bali Made Mangku Pastika berharap bantuan tersebut bisa dimanfaatkan untuk mempercantik desa wisata.
"Yang perlu mendapat perhatian adalah membuat dapur dan kamar mandi yang layak di masing-masing rumah warga," kata Pastika.
(gds/lia)











































