Golput di Sumbar 28,77%

Melonjak di Putaran II

Golput di Sumbar 28,77%

- detikNews
Rabu, 21 Jul 2004 12:03 WIB
Padang - Angka golput tingkat nasional belum dihitung. Tapi hitungan di daerah menunjukkan persentase yang tinggi. Di Sumatra Barat (Sumbar), golput pilpres putaran I mencapai 28,77% dan diprediksi putaran II akan melonjak.Berdasarkan hasil rekap Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumbar, pada pilpres tahap I sebanyak 842.544 (28,77 persen) dari 2.928.529 pemilih Sumbar dinyatakan tidak menggunakan hak pilihnya. Menurut anggota KPU Sumbar Sri Zul Chairiyah jumlah tersebut dapat saja meningkat karena pasangan Amien Rais- Siswono Yudo Husodo yang memperoleh suara terbanyak di Sumbar tidak lolos ke pilpres putaran II."Sementara, seperti kita ketahui, politik aliran dan ketergantungan pemilih pada figur tertentu di Sumbar masih sangat kuat," sambung Sri ketika ditemui detikcom di kantornya Jl. Pramuka No. 9 Padang, Rabu (21/7/2004).Dikatakan Sri, untuk mengantisipasi hal itu, KPU akan memaksimalkan sosialisasi pada masyarakat melalui Kelompok Panitia Pemungutan Suara (KPPS). "Kami pikir sosialisasi yang paling efektif adalah melalui KPPS karena merekalah yang langsung bersentuhan dengan pemilih. Kita akan upayakan bagaimana anggaran sosialisasi dapat digunakan untuk itu," ujarnya.Golput Ibarat TalakSementara, Ketua KPU Sumbar Muftie Syarfie mengatakan, tidak ada aturan yang melarang masyarakat untuk golput. "Memang tidak ada larangan. Namun, bagi saya golput itu ibarat talak dalam ajaran Islam. Tidak dilarang, tapi merupakan sikap yang sangat dibenci," ujar Muftie.Muftie mengimbau agar seluruh elemen masyarakat yang terkait dengan penyelenggaraan pemilu dapat menyosialisasikan dampak golput terhadap kepentingan bangsa dan negara ke depan. "Ada kecenderungan tuntutan bahwa sosialisasi itu semata-mata hanya tugas KPU. Padahal, hal tersebut juga merupakan kewajiban seluruh stake holders yang terkait dengan penyelenggaraan pemilu di Indonesia. Baik itu, KPU, pemerintah, masyarakat, maupun LSM," demikian Muftie Syarfie. (nrl/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads