Hati-hati! Jangan Naik Angkot yang Bukan Trayek, Rawan Kejahatan

Hati-hati! Jangan Naik Angkot yang Bukan Trayek, Rawan Kejahatan

- detikNews
Jumat, 16 Des 2011 15:18 WIB
Jakarta - Angkutan kota (angkot) M-26 rute Kampung Melayu-Bekasi yang digunakan pelaku untuk memperkosa Ros (35) di Jl Raden Saleh, Depok, Jawa Barat sebenarnya tidak melewati daerah Depok. Angkot-angkot yang mengangkut penumpang di daerah yang bukan trayeknya dinilai rawan kejahatan.

Polisi mengimbau kepada para penumpang perempuan agar lebih berhati-hati dalam memilih angkot. Angkot yang bukan trayeknya lebih baik tidak usah ditumpangi.

"Nah itu kan bukan gardunya Depok. Trayek subuh gitu. Mobil sewaan untuk melakukan kejahatan," ujar Kapolres Depok, Kombes Pol Mulyadi, saat dihubungi detikcom, Jumat (16/12/2011).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Mulyadi, jika memang ada keraguan penumpang saat berada di dalam angkot, sebaiknya turun dan berganti angkutan lain. Kepada para wanita, diminta agar memperhatikan isi penumpang di dalam angkot. Jika memang tidak ada perempuan di dalamnya, sebaiknya tidak usah naik angkot tersebut. Apalagi di malam hari.

"Berhati-hatilah. Harus tahu angkot itu memang melintasi daerah itu nggak. Kalau ada keragu-raguan, nggak usah naik," pintanya.

Mulyadi mengatakan pihaknya sudah bekerja sama dengan Dishub Depok dan Pemkot Depok untuk menertibkan sopir-sopir angkot. Sopir-sopir angkot diminta menggunakan seragam dan kartu tanda pengenal.

"Kita sudah sampaikan itu ke Pak Wali Kota. Kita komunikasikan ke pengelola mengenai pakaian seragam, identitas di dashboard dan lainnya. Katanya disetujui," jelasnya.

(gus/vit)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini