"Memberikan kursus singkat dan pelatihan-pelatihan tenaga teknis adalah salah satu cara negara kami untuk mengurangi angka pengangguran," kata Menteri Pemuda dan Olahraga RDTL, Miguel Marques Gonzales Manetelu, saat mengunjungi Kantor Yogya Executive School (YES) di Jl Taman Siswa, Yogyakarta, Jumat (16/12/2011).
Miguel mengaku Timor Leste sebagai negara baru, masalah kepemudaan dan tingginya angka pengangguran menjadi problem tersendiri untuk segera diatasi. Setiap tahun sekitar 17 ribu hingga 20 ribu pemuda Timor Leste bertambah. Sedangkan angka usia produktif kerja ada sekitar 54 ribu. Sementara itu lapangan pekerjaan masih sedikit.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Salah satunya dengan memperbanyak pemuda Timor Leste usia produktif untuk mengikuti kursus singkat, pelatihan dan pendidikan yang berorientasi tenaga teknis," kata Miguel.
Menurut dia, saat pemerintah Timor Leste juga semakin gencar meningkatkan pembangunan karakter rakyat Timor Leste dengan sasaran terbesar pemuda dan anak-anak usia sekolah. Masyarakat Timor Leste harus dibangun kembali agar tidak semakin tertinggal dengan bangsa dan negara lain.
"Mengikuti kompetisi seperti Sea Games dan Asean Para Games adalah kebanggaan dan prestasi tersendiri bagi Timor Leste sebagai negara baru. kemampuan leadership pemuda juga kita tingkatkan," katanya.
Miguel mengaku banyak pegawai negeri di lingkungan kementrian pemuda dan olahraga yang dikirim ke Indonesia untuk mengikuti berbagai kursus dan pelatihan singkat. Salah satunya pelatihan di bidang IT dan peningkatan sumberdaya manusia (SDM).
"Setiap tahun banyak pegawai di kementrian kami yang dikirimkan ke Indonesia untuk ikut pelatihan. Hasil dan indikatornya positif dan ada peningkatan kualitas SDM. Ini salah satu upaya kami untuk mengejar ketinggalan," pungkas alumnus Teknik Elektro Universitas Udayana Bali.
(bgs/ndr)











































