Linda tiba di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Jumat (16/12/2011) pukul 09.00 WIB.
Linda yang mengenakan batik warna hijau didampingi 2 stafnya dan bergegas masuk ke ruang Kepala RS Polri Brigjen Budi Siswanto. Linda berbincang-bincang dengan Budi selama 30 menit.
Linda kemudian menuju ke instalasi Pusat Pelayanan Terpadu RS Polri, ruang periksa 1, tempat Ros dirawat. Pertemuan Linda dan Ros berlangsung tertutup.
"Saya hari ini mewaliki pemerintah, menyampaikan rasa keprihatinan sebesar-besarnya dan untuk memberi suatu semangat kepada korban yang adalah seorang perempuan dan seorang ibu yang tidak ada pilihan. Dia harus menggunakan kendaraan umum pergi mencari, mengambil sayur untuk dia jual lagi dan ternyata mengalami kejadian yang betul-betul di luar prikemanusiaan." papar Linda.
Linda berharap Ros bisa menatap masa depan yang lebih baik lagi.
"Beri semangat kepada korban supaya bisa menatap ke depan, supaya Beliau menatap kehidupannya dengan lebih baik dan juga tetap membesarkan anak-anaknya," ujar Linda.
Menurut Linda, Ros seorang Ibu yang luar biasa. "Dia juga masih menyusui, punya bayi umur 1 tahun dan masih memberikan ASI ekslusif. Hindari labelisasi karena dia seorang Ibu," kata Linda.
Ros diperkosa di dalam angkot di kawasan Cibubur. Saat itu Ros akan membeli sayuran di Pasar Kemiri Muka, Beji, Depok sekitar pukul 04.00 WIB, Rabu 14 Desember 2011. Ros dibuang di kawasan Cikeas. Pelaku mengambil anting dan uang korban senilai Rp 500 ribu.
(aan/vit)











































