"Kami lihat diplomasi ekonomi menjadi sedikit terabaikan, terlalu politik heavy. Sedangkan sekarang sudah nggak kontekstual. Sekarang bagaimana Kemenlu bermuara dari ekonomi. Salah satu kementerian di mana APBN yang gak relevan dengan kesejahteraan rakyat adalah Kemenlu. Apa hasil ekonomi yang dihasilkan kemenlu?" kata Tantowi.
Hal itu ditanyakan saat Rapat Kerja (Raker) bersama Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa, di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (15/12/2011) malam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ditanya seperti itu, Marty menjawab pihaknya sudah memiliki beberapa target untuk meningkatkan ekonomi Indonesia. Kemenlu memberikan target bagi perwakilan Indonesia untuk melaksanakan 3 hingga 4 prioritas kerja untuk pembangunan ekonomi bangsa.
"Sudah ditetapkan target-target, misalnya kemarin x, sekarang jadi x plus, dan sudah dibuat terbuka, diumumkan dan jadi target dari perwakilan kita di negara luar. Setiap negara pendekatannya tidak lagi sosial budaya, ekonomi politik, kami minta 3-4 prioritas tapi betul-betul dilaksanakan, dilihat potensi Indonesia apa, itulah yang jadi rujukan kemajuan negara," jawab Marty.
(feb/mad)










































