"Di lengan kanan seorang pemerkosa ada bekas hapusan tato. Bekas hapusan itu jelas teraba Ros," ujar keponakan korban, Mulyadi (33), saat ditemui wartawan di rumahnya, Jl Raden Saleh, Depok, Kamis (15/12/2011).
Mulyadi mengetahui informasi ciri-ciri pelaku dari suami Ros, Heri, saat pulang usai menjenguk istrinya di RS Polri.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya Ros diperkosa di dalam angkot di kawasan Cibubur. Saat itu Ros akan membeli sayuran di Pasar Kemiri Muka, Beji, Depok sekitar pukul 04.00 WIB, Rabu (14/12/2011). Sayuran itu akan dijual kembali di dekat rumahnya.
Ros pun menaiki angkot M-26 Kampung Melayu-Bekasi. Sopir angkot M-26 kebetulan melewati rute kawasan Raden Saleh, Depok. Dari situ, sopir M-26 melewati Pasar Kemiri Muka, Depok, sebelum menuju rute sesungguhnya.
Namun tidak jauh dari jalan Raden Saleh, pelaku yang duduk di belakang angkot menodongkan golok pada Ros. Sopir lantas memutar kendaraan ke arah Cilodong, dan melewati Jalan Raya Bogor. Lalu terakhir sopir membawa Ros ke kawasan Cikeas, Cibubur, Jawa Barat.
Ros sempat teriak dan melawan. Akibatnya bahu kiri atas Ros terkena sabetan golok. Setelah itu Ros dibekap dan diperkosa oleh pelaku dalam keadaan angkot yang tetap berjalan. Setelah diperkosa, Ros 'dicampakkan' di kawasan Cikeas. Pelaku mengambil anting dan uang korban senilai Rp 500 ribu.
(nik/vit)










































