Sepuluh orang tersebut berdiri berjajar separuh jalan, tepatnya di depan Pengadilan Negeri Surakarta. Mereka membentangkan kain bertuliskan dukungan pelaksanaan APG VI di Solo, namun menolak Boediono datang ke Solo untuk membuka acara tersebut.
Mereka menilai event mulai untuk kaum penyandang cacat tersebut sangat mulia, sehingga tidak pantas untuk dibuka oleh Boediono yang mereka anggap sebagai figur bermasalah hukum karena dinilai tersangkut kasus Bank Century.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Aksi yang hanya diikuti 'segelintir' orang tersebut tidak mendapat penjagaan ketat dari aparat keamanan. Polisi hanya mengatur-atur kelancaran lalu-lintas dan tetap membiarkan mereka yang melakukanj aksi hingga mereka membubarkan diri sekitar pukul 17.15 WIB.
(mbr/gah)











































