“Ada kecurigaan, ada indikasi kuat terbungkusnya kasus yang rapi akibat dari kuatnya modal, uang dari kalangan pengusaha yang mampu mencoba mendeponir kasus ini sementara orang-orang yang terbunuh dianggap bagian dari yang tidak berarti,” kata La Ode.
Hal itu disampaikannya dalam konferensi pers, di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (15/12/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Harus bongkar kenapa kasus ini baru terungkap sekarang. Begitu rapinya aparat keamanan membungkus konspirasi yang bengis sampai tidak terbuka ke publik,” ujarnya.
La Ode sendiri mengaku sudah melihat video tersebut sejak dua minggu lalu. Namun ia ragu mengungkapkan hal itu. La Ode khawatir isi video itu rekayasa. Dirinya pun sudah mengirimkan satu anggota DPD asal Lampung ke lokasi kejadian.
Sementara itu anggota DPD asal Sumsel, Abdul Aziz, menilai pemerintah tidak peka terhadap masalah ini. “Seolah-olah negara tidak hadir. Kemungkiann besar banyak kejadian seperti ini yang tidak terblow up. Ini bukti bahwa problem besarnya pengelolaan negara,” imbuh Abdul.
(feb/mpr)











































