"Kita sampaikan permohonan maaf atas kejadian yang menimpa Kapolres. Dia (Kapolda) menerima, dia menghargai, dia berharap ada kerjasama yang baik," kata Daniel Panda kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (15/12/2011).
Menurut Daniel, Kapolda sangat memahami pergerakan mahasiswa. Namun, lanjutnya, Kapolda tetap berharap agar unjuk rasa dilakukan dengan cara-cara yang tidak melawan hukum.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kepolisian berharap aksi nasional solidaritas Sondang di Sabtu mendatang memberikan pemberitahuan pada pihak kepolisian," imbuhnya.
Daniel datang ke Mapolda Metro Jaya untuk bertemu dengan Kapolda Metro Jaya Irjen Untung S Rajab. Pihak UBK dan Polda Metro Jaya sendiri tengah mencari solusi untuk 10 mahasiswa yang ditangkap kemarin.
"Tadi saya sudah ketemu Kapolda langsung, untuk cari solusi terbaik," katanya.
Ia juga meminta agar 10 mahasiswa UBK tidak ditahan. Ia menambahkan, Kapolda sendiri telah menjanjikan bahwa 10 mahasiswa UBK yang ditangkap akan dibebaskan hari ini.
"Kami berharap mahasiswa bisa dibebaskan. Kapolda bilang masih didata dulu, nanti diproses. Sesegera mungkin bisa dibebaskan, saya juga lagi menunggu," jelasnya.
Meski demikian, pihaknya tetap menyerahkan proses ke sepuluh mahasiswa itu ke pihak kepolisian.
"Semuanya kami serahkan ke proses ke hukum. Kami berharap semua bisa dibebaskan karena korban ada di dua belah pihak," katanya.
Sebelumnya, 10 mahasiswa UBK digelandang ke Mapolda Metro Jaya, Rabu (14/12) kemarin. Mereka ditangkap lantaran melakukan aksi unjuk rasa anarkis.
(nal/nal)










































