Sopir Angkot Tewas Ditusuk, Ambon Sedikit Tegang

Sopir Angkot Tewas Ditusuk, Ambon Sedikit Tegang

- detikNews
Kamis, 15 Des 2011 10:25 WIB
Ambon - Kota Ambon sedikit tegang hari ini. Para pegawai kantor Kejari Ambon dan DPRD Kota Ambon, memilih pulang dan keluar dari kantor dan sejumlah sekolah meliburkan siswanya.

Hal ini disebabkan oleh ditusuknya sopir angkot Rivaldo Petta (17) sampai tewas tadi malam. Karena kasus ini, keluarga dan sebagian warga berdemo di Polda Maluku meminta penusukan ini diusut tuntas.

“Menurut info anak buah saya, dia (sopir-red) tewas ditikam,” ujar Kabid Humas Polda Maluku, Kompol Johanis Huwae, kepada detikcom, Kamis (15/12/2011).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Huwae berjanji akan mengusut kasus ini hingga tuntas. Sementara sejumlah saksi mata mengatakan Rivaldo sebelumnya menabrak sebagian motor yang berada di depan Rumah Makan Ayah, Jl A.Y. Patty, Ambon. Tanpa banyak bicara, warga yang ada di situ pun menghakimi Rivaldo.

"Dia datang dari arah depan Masjid Al-Fatah melewati lampu merah kemudian menabrak sebagian motor yang sedang parkir. Saya dan teman langsung meloncat menghindari tabrakan. Dia kemudian digebuki warga sebelum diamankan dan dibawa Polisi. Bawanya kemana, kami tidak tahu," ujar salah seorang saksi mata saat ditemui detikcom di lokasi kejadian.

Pukul 08.00 WIT warga masih berkerumun di depan Polda Maluku. Mengantisipasi kondisi yang tidak diinginkan, pihak Kepolisian membuka dua jalur lalu lintas. Angkot rute Kecamatan Nusaniwe melewati jalur Jl. Pattimura, Jl Pemuda, Jl Kolonel Pieters dan Jl Dr. Latumeten. Sementara jalur lainnya dialihkan ke Jl Sutan Babullah.

Sebagian ruko dan toko yang berada di jalur jl AM. Sangaji, AY. Patty memilih tutup. Selain itu, kapal motor Ferry rute Waipirit menuju Hunimua sepi penumpang. "Sudah sejak dua jam lalu, tidak ada penumpang. Bahkan angkot luar kota jurusan kecamatan Salahutu juga sepi dari penumpang,” kata salah satu pegawai ASDP saat dihubungi detikcom

Menyikapi hal ini, pihak Komnas HAM Maluku, meminta Polda Maluku untuk segera memberikan penjelasan yang jelas terkait kasus ini. "Jangan sampai ada simpang siur informasi yang membuat masyarakat terprovokasi," ujar aktivis HAM Maluku Linda Holle.

(han/gah)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini