"Korban ditemukan seorang diri di hotel itu dalam keadaan linglung dan kebingungan," kata Kasubdit Umum Ditreskrimum Polda Metro Jaya, AKBP Helmy Santika, kepada wartawan, Rabu (14/12/2011) malam.
Helmy menjelaskan, pada Selasa (13/12) siang, Irm pamit pergi ke Mal Thamrin City bersama dua keponakannya. Sekitar pukul 14.00 WIB, Irm lalu berpisah dengan keponakannya.
"Tiba-tiba, pada Selasa (13/12) malam sekitar pukul 22.00 WIB, suami korban menerima SMS," katanya.
SMS tersebut bernada mengancam dan meminta tebusan sebesar Rp 200 juta dari suaminya. SMS ancaman itu sendiri dikirim ke handphone suaminya melalui telepon genggam Irm.
Mendapat SMS tersebut, SMD lalu melapor ke Polda Metro Jaya. Dalam laporan resmi bernomor LP 4387/XII/2011/PMJ Dit Reskrimum, SMD melaporkan dugaan penculikan terhadap istrinya itu.
"Tapi saat itu, suami korban belum mentransfer uangnya," katanya.
Mendapat laporan tersebut, tim kemudian melacak keberadaan korban. Pada Rabu (14/12) dini hari, tim berhasil menemukan keberadaan korban.
"Korban ditemukan di hotel di Tanah Abang sedang tidur sendirian, tidak ada orang lain di kamar yang dia sewa itu," jelasnya.
Belum diketahui apa motif penculikan korban tersebut. Sementara dari keterangan saksi di hotel, saksi melihat korban masuk ke dalam kamar bersama sejumlah pria, tanpa terlihat ada tekanan dari pria itu.
"Saksi bahkan mengira kalau pria yang bersama korban itu adalah teman pria korban," katanya.
Namun, saat ditemukan, Irm terlihat linglung. Sementara dari hasil pemeriksaan, korban tidak mengalami kekerasan fisik atau seksual.
"Kita tidak menemukan adanya sperma di lokasi," katanya.
Ia menambahkan, tidak ada laporan barang hilang dari korban. Hingga kini, polisi masih mendalami kasus tersebut. Sementara korban kini sudah dibawa pulang oleh suaminya.
"Menurut suaminya, dia mau cabut laporannya. Ia mengatakan 'saya yang penting, istri saya ketemu'," katanya.
(mei/mok)











































