"Bukan banci. Dia mengalami Disorder Sexual Development (DSD)," ujar dr Ahmad Zulfa Juniarto, dalam perbincangan dengan detikcom, Rabu (14/12/2011).
Zulfa adalah salah satu dokter di RS dr Karyadi Semarang yang menjadi saksi ahli dalam sidang permohonan pengajuan ganti kelamin Siti Maemunah di Pengadilan Negeri Semarang, Jawa Tengah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"DSD berat yang kita tangani (di RS dr Karyadi) sekitar 300 orang. Umur termuda yang kita tangani adalah bayi umur beberapa hari setelah kelahiran hingga 44 tahun," sambung Zulfa.
Dikatakannya, dari pemeriksaan yang telah dilakukan RS, Siti adalah lelaki tulen. Pemeriksaan kromosom menunjukkan Siti memiliki 46 XY, yang merupakan kromosom laki-laki. Siti juga tidak memiliki rahim, indung telur dan lubang vagina.
Sejak lahir Siti memiliki skrotum terbelah yang oleh dukun bayi dan orang tuanya dianggap sebagai bibir vagina. Sebenarnya Siti memiliki penis namun kurang terlihat karena ukurannya yang hanya 3 cm. Lubang kencingnya juga tidak normal. Kendati demikian Siti memiliki testis meski tidak tumbuh normal. Siti pun memiliki prostat.
Menurut kuasa hukum yang mendampingi Siti, Retno Kusmardani, sejak lahir Siti diperlakukan seperti perempuan. Bagi orang tuanya, Siti adalah satu-satunya anak perempuan di antara 4 putra mereka.
Saat SMP ketika teman-teman perempuannya mendapatkan menstruasi dan berkembang dadanya, Siti tidak mendapati ada perubahan serupa pada dirinya. Dia bahkan kerap menangis saking stres dengan kondisi tubuhnya. Ibunya membelikan dia BH, tapi karena dadanya rata, terpaksa dia menyumpal dengan busa atau semacamnya.
Saat SMA, tekanan batin kian menjadi ketika dia harus tinggal di asrama dan sekamar dengan 7 murid perempuan. Meski berpenampilan layaknya perempuan, namun Siti tampak seperti lelaki. Karena itu beberapa orang mengatainya banci. Hingga akhirnya dia terkena hernia, penyakit yang umum menimpa kaum pria. Siti lantas menjalani sejumlah tes yang menguatkan keyakinannya bahwa dia adalah pria, bukan perempuan, dan bukan pula banci. Dia bahkan sudah memiliki nama laki-laki: Muhammad Prawirodijoyo.
(vit/nwk)











































