"Menegaskan kembali sikap untuk tidak membela siapa pun kader PDI perjuangan yang terlibat korupsi dan suap yang justru mencemari nama baik partai dan mencederai aspirasi rakyat," kata Ketua Bidang Politik DPP PDI Perjuangan, Puan Maharani, membacakan rekomendasi Rakernas.
Pembacaan rekomendasi dilaksanakan di ruang sidang utama di Hotel Harris, Jl Peta, Bandung, Rabu (14/12/2012). Acara penutupan dihadiri oleh kurang lebih 700-an peserta.
Rakernas menyatakan korupsi sebagai kejahatan luar biasa yang telah menghancurkan mental dan jiwa bangsa. Sehingga diperlukan penanganan yang khusus dan juga luar biasa.
"PDI Perjuangan berkeyakinan bahwa pemerintahan yang bebas korupsi adalah dasar bagi terwujudnya Indonesia yang berdaulat di bidang politik, berdikari di bidang ekonomi dan berkepribadian secara budaya," ujar Puan yang mengenakan pakaian hitam-hitam ini.
Rakernas juga mendorong terciptanya transparansi pengelolaan keuangan partai, serta memaksimalkan semangat gotong royong dalam pembiayaan program partai melalui iuran wajib dan sumbangan sukarela anggota partai dan para simpatisan.
Rakernas juga menugaskan Fraksi PDI Perjuangan DPR untuk memperjuangkan pengaturan komprehensif, akuntabel dan sejalan dengan aspirasi masyarakat tentang pendanaan partai politik.
"Ini untuk menghindari kader-kader partai politik terjerumus dalam praktk korupsi, suap dan politik uang yang merugikan keuangan negara," tegasnya.
(lrn/lia)











































