Tak hanya 'SBY', 'Ibu Ani Yudhoyono' dan sejumlah nama pejabat pun memberi perhatian melalui sejumlah komentar di bawah postingan curhat tersebut. Tapi kemungkinan besar, bukan Presiden SBY betulan yang memberi komentar postingan itu. Pun demikian halnya dengan 'Ibu Ani Yudhoyono' dan sejumlah pejabat.
"Saya adalah pengguna jalan raya yang telah menggunakan motor sejak 8 tahun yang lalu. Alasan saya menggunakan sepeda motor tak lain adalah untuk menghemat waktu dan uang," begitu Igfar memulai curhatnya yang diposting di http://motorbiru.wordpress.comΒ pada Rabu (14/12/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Impian itu mulai ada titik terang ketika tiang-tiang monorail mulai dipasang, dan koridor 1 TransJakarta mulai dibuka. Saya bahagia sekali saat itu, berharap, semua transportasi itu perlahan akan menjangkau pinggiran Jakarta seperti Bekasi, Depok, bahkan Tangerang," sambung Igfar.
Sayang, lanjutnya, mimpinya harus buyar tatkala pembangunan monorail di hentikan. Tak hanya itu, jalur khusus bus TransJ pun kehilangan kesterilannya. Di dalam bus TransJ pun penumpang harus berdesakan, sehingga pernah terjadi kasus-kasus yang mengesampingkan keamanan dan kenyamanan penumpang.
"Kemacetan pun semakin menggila, Pak. Dengan sepeda motor saja, setiap hari saya harus menempuh jarak Pamulang β Senayan dalam 1,5 jam. Itu belum dengan hujan dan lainnya. Tak terbayang, betapa menyeramkannya lalu-lintas Jakarta sehabis hujan," papar Igfar.
Dia menuturkan, Selasa (13/12) kemarin dia membutuhkan 2,5 jam dari Kebayoran Lama menuju Tebet. Padahal dia harus melakukan pekerjaan lain untuk tambahan penghasilan bagi keluarganya.
"Saya hanya bisa memandangi mobil-mobil mewah yang dikawal voorijder untuk membelah kemacetan. Yang mungkin orang yang duduk di mobil-mobil mewah itu adalah bawahan Bapak. Dalam hati saya bertanya, apakah orang-orang di dalam mobil mewah yang dikawal itu merasakan siksaan macet seperti kami juga rakyat biasa? Sedangkan mereka hanya duduk manis di dalam mobilnya yang selalu disopiri dan dikawal oleh voorijder agar bisa membelah kemacetan," keluh pria berkacamata ini.
Igfar mewakili masyarakat Jakarta lainnya menunggu solusi pemerintah untuk memecahkan masalah kemacetan Ibukota. Apalagi kemacetan yang sangat setia membuntuti warga itu telah membuat mereka lelah. Mereka berharap solusi yang dihadirkan berpihak pada seluruh pengguna jalan tanpa melihat status.
"Saya prihatin," begitu tanggapan 'SBY' atas postingan itu.
"Ih Papah ngapain sich komentarin blog gak penting. Ayuk kita nyanyi.... Bikin album lagi," ujar 'Ibu Ani Yudhoyono' dalam kolom komentar.
(vit/nwk)











































