Penerima Award dari SBY 'Hilang' karena Sudah Pikun

Penerima Award dari SBY 'Hilang' karena Sudah Pikun

- detikNews
Rabu, 14 Des 2011 17:34 WIB
Surabaya - Mugiono (67), pendonor yang akan menerima Satya Lencana Kebaktian Sosial dari presiden, mengaku bingung dan terpisah dari rombongan saat ia menghilang dari rombongannya di Hotel Kartika Chandra. Ia akhirnya keluar hotel lalu pulang ke Blitar.

"Kulo bingung kathah tiyang (saya bingung karena banyak orang)," kata Mugiono saat dihubungi detiksurabaya.com, Rabu (14/12/2011).

Namun setelah itu omongan Mugiono mulai melantur dan tidak ingat apa yang sudah ia omongkan sebelumnya. Mugiono melantur bahwa ia sudah bertemu presiden SBY dan ia pulang ke Blitar bersama rombongan naik kereta api.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Padahal menurut humas PMI Surabaya, Agung Tri Junanto, Mugiono berangkat pada Minggu (11/12/2011) menggunakan kereta api bersama lebih dari 600 penerima pengargaan lainnya. Mugiono hilang saat rombongan antre melakukan registrasi di Hotel Kartika Chandra.

"Bapak memang sudah pikun. Ceritanya ke saya juga berubah-ubah," kata menantunya, Titik Yuli Utami.

Kepada Titik, Mugiono mengaku pulang ke Blitar naik bus. Tetapi Titik belum bisa mengerti bagaimana mertuanya tersebut bisa naik bus yang benar yang membawanya ke Blitar.

"Bapak sendiri mengaku sendirian naik bus, tapi saya kok tidak percaya," tambah Titik.

Yang pasti, kata Titik, Mugiono pulang ke rumah diantar ojek. "Dari jalan besar dia naik ojek pulang ke rumah. saya sendiri kaget sewaktu bapak tiba-tiba muncul. Padahal dia dikabarkan hilang," lanjut Titik.

Mengetahui mertuanya adalah orang yang dicari, Titik segera menghubungi suaminya, Totok Sumaryanto (bukan fajar) yang sedang bekerja di Surabaya. Totok kemudian menyuruh adiknya, Fajar, agar menghubungi pihak PMI dan mengabarkan jika bapaknya sudah ketemu.

"Syukurlah bapak sudah ditemukan dalam keadaan sehat walafiat," ujar Totok.

Sebelumnya, Totok sangat panik saat dikabari jika bapaknya menghilang. Totok bahkan sempat menelepon radio berita di Jakarta untuk mengumumka jika bapaknya menghilang beserta ciri-cirinya. Dan Totok rencananya akan mencari bapaknya di Jakarta jika sampai 4-5 hari tak ketemu.

"Bapak itu sifatnya tidak sabaran. Mungkin dia keluar dan terpisah dari rombongan saat antre registrasi hotel," kata Totok.

Totok sendiri sudah mengutus adiknya, Fajar, untuk menjemput bapaknya tersebut untuk pulang ke rumah di Driyorejo, Gresik.

(iwd/ndr)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini