"Memang ada hubungan yang kurang harmonis antara keluarga, terutama dia dan suaminya. Itu kita dalami," kata Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya Kombes Gatot Edy Pramono kepada wartawan di kantornya, Jakarta, Rabu (14/12/2011).
Gatot mengatakan, hubungan pasutri itu saat ini sudah renggang. Hal itu ditengarai akibat adanya orang ketiga dalam rumah tangga mereka.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hanya saja, Gatot belum bisa memastikan apakah kurang harmonisnya hubungan suami istri inilah yang menjadi penyebab EK merekayasa laporan perampokan disertai pelecehan seksual.
"Semuanya masih didalami," kata Gatot.
Gatot menyampaikan, dari hasil olah TKP, Ny EK ditengarai memberikan keterangan palsu kepada pihak penyidik. Hasil olah TKP menunjukkan ketidak sesuaian dengan keterangan EK kepada penyidik.
"Kemarin sudah dijelaskan, semua fakta yang dia sampaikan, polisi melakukan penyelidikan di TKP. Semua fakta yang disampaikan itu nggak benar, artinya tidak sesuai," jelasnya.
Misalnya saja, keterangan EK mengenai masuknya pelaku melalui jendela dengan cara mencongkel. Faktanya, penyidik menemukan pencongkelan jendela itu dilakukan dari dalam.
"Katanya pelaku masuk dari jendela tapi dicongkel dari dalam bukan dari luar. Alat buat congkel juga, sidik jarinya identik dengan pelapor," katanya.
Di lokasi, petugas juga tidak menemukan adanya sidik jari orang lain, selain sidik jari EK. Tidak ada telapak bekas kaki atau tangan di rumah EK di Cilodong, Depok, padahal saat kejadian, hujan deras mengguyur.
"Hari hujan, kalau orang masuk itu harus ada bekas tapak tangan dan banyak debu tapi nggak ada bekas di debu itu," ujarnya.
Ia menambahkan, keterangan EK mengenai pelaku melakukan onani juga terbantahkan. Dari hasil identifikasi di lokasi, tidak ada setetes sperma pun ditemukan.
"Katanya pelaku onani di situ, tapi pas disisir spresinya, nggak ada sperma di situ," imbuhnya.
Beberapa kejanggalan menunjukkan adanya rekayasa dalam kasus tersebut. Namun, guna memastikan apakah Ny EK benar-benar merekayasa, polisi akan memeriksa psikologi EK.
"Ini masih diambil keterangan psikolog, kita gunakan lie detector juga untuk pemeriksaan dia," ujarnya.
(mei/lia)










































