"Ini musibah. Sebelumnya kami sempat dapat ancaman dari orang-orang. Akan dibunuh dan dibakar," jelas Dance saat dihubungi detikcom, Rabu (14/12/2011).
Penyerangan dilakukan oleh orang tidak dikenal pada Minggu malam lalu. Insiden itu memicu sakit anaknya bertambah parah dan meninggal.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dance lalu bercerita, penyerangan ini kemungkinan dipicu pemberitaan dia soal kasus korupsi di desanya. Dia menulis ada dugaan penyelewengan proyek pembangunan rumah bagi transmigran.
"Saya menulis soal penyimpangan proyek rumah bantuan transmigran, gizi buruk, dan soal kantor desa. Ancaman mulai datang saat pemberitaan ada," tuturnya.
Dance dan istri serta 2 anaknya kini tinggal menumpang di rumah tetangga. Dance pun sudah mengadukan penyerangan dan pembakaran ini ke Polres Rote.
"Saya berharap kasus ini segera diselidiki dan diungkap," jelas Dance.
(ndr/vit)











































