PDIP Desak Pemerintah Cari Kebenaran Tewasnya TKI di Saudi

PDIP Desak Pemerintah Cari Kebenaran Tewasnya TKI di Saudi

- detikNews
Rabu, 14 Des 2011 05:24 WIB
Jakarta - Politisi PDIP, Eva Kusuma Sundari meminta keseriusan pemerintah, dalam hal ini Deputi Perlindungan dan KJRI Jeddah untuk mencari kebenaran tewasnya Tenaga Kerja Indonesia (TKI), Nurul Khasanah di Arab Saudi. Eva juga berharap tidak ada manipulasi dalam hasil visum Nurul.

"PDIP menghimbau keseriusan Deputi Perlindungan dan KJRI Jeddah untuk mencari kebenaran mengingat ada dugaan TKW melarikan diri karena tidak tahan menghadapi perkosaan dari majikan. Jangan ada manipulasi hasil visum karena almarhumah berhak atas kebenaran," kata Eva dalam rilis yang diterima detikcom, Rabu (14/12/2011).

Anggota Komisi Hukum DPR itu menilai, kematian TKI harusnya membuat malu pemerintah. Eva meminta agar ada kompensansi dalam bentuk kebijakan bagi TKI.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tidak sepatutnya Menakertrans dan BNP2TKI diperankan layaknya lembaga perdagangan yang mencari untung demi pemasukan negara. FPDIP menyatakan kesedihan yang mendalam atas ketidakmampuan negara melindungi warganya," tegasnya.

Dari data yang diterima Eva, Nurul diberangkatkan oleh PT Ihwan Bahtiar yang berlokasi di Jl Pangeran 21 Kramat Jati, Jakarta Timur. Nurul bekerja pada majikan bernama Ajir di Abha Jeddah Saudi dan meninggal karena meloncat dengan kabel tipis kemudian terjatuh sehingga rahangnya rusak.

Nurul sendiri merupakan warga Dusun Tawang RT 04 RW 01, Desa Sumberbendo , Kecamatan Pare, Jawa Timur. Informasi di lapangan, korban berangkat ke Arab Saudi sekitar bulan Juni 2011 setelah sempat transit di balai pembinaan PJTKI Jakarta selama sebulan.

Korban merupakan anak pertama dari tiga bersaudara buah hati Nasirin dan Katinah yang sudah menikah dengan Zaenal Mustofa (33) serta dikaruniai 2 orang anak. Anak pertama korban adalah Muhamad Patrih (3) dan Neha Nurpia (1,5).

Keinginan korban untuk mengais rezeki di Arab Saudi demi membantu suami pupus sudah. Dengan peristiwa tersebut, pihak keluarga berharap ada perhatian dan kepedulian Pemerintah RI untuk proses pemulangan sekaligus mengusut kasusnya.

(feb/did)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini