Suksesi Kraton Surakarta Semakin Berlarut-larut
Selasa, 20 Jul 2004 18:52 WIB
Solo - Suksesi di Kraton Surakarta dipastikan akan semakin berlarut-larut. Klaim sebagian putra mendiang Paku Buwono XII (PB XII) bahwa putra tertua KGPH Hangabehi telah disepakati dipastikan akan sebagai pengganti, akhirnya terbantahkan. Pimpinan lembaga inti di kraton menyatakan, hingga saat ini belum ada penunjukan itu.Pengageng Putra Sentana Kraton Surakarta, KGPH Hadi Prabowo, mengatakan hingga saat ini masih belum ditemukan kesepakatan putra-putri PB XII dalam proses penunjukan salah satu putra almarhum yang nantinya akan dinobatkan sebagai PB XIII. Pengageng Putra Sentana adalah lembaga yang memimpin seluruh putra-putri dan kerabat Kraton Surakarta."Belum ada kata sepakat menunjuk siapa pun apalagi mengenai hari penobatannya. Kami berharap sebelum seratus hari mangkatnya Sinuhun, sudah bisa mencapai kata sepakat. Tapi kalau tetap berlarut-larut, ya akan kami usahakan terus," ujar Hadi dalam sebuah seminar bertajuk kelangsungan Kraton Surakarta pasca-mangkatnya PB XII yang digelar di Solo, Selasa (20/7/2004).Seperti diketahui bahwa sekelompok kecil putra-putri PB XII, bersamaan dengan peringatan 40 hari wafat ayahnya, secara sepihak mengumumkan bahwa KGPH Hangabehi akan dinobatkan sebagai putra mahkota pada 10 September mendatang. Setelah proses tersebut, selanjutnya putra tertua ini nantinya akan dinobatkan sebagai PB XIII.Aksi sepihak direaksi secara spontan oleh berbagai kalangan termasuk kerabat dan abdidalem kraton yang meminta ditinjau ulang. Dari berbagai alasan yang diajukan salah satunya adalah kurang memenuhi aspek kecakapan dan kredibilitas. Bahkan banyak kerabat yang kemudian secara terbuka menolak dan menunjuk nama putra lainnya yang lebih pantas menjadi pengganti.Kepada wartawan usai seminar, Hadi Prabowo mengatakan meskipun mencatut nama kraton, namun pengumuman itu hanya tindakan sepihak yang bukan merupakan sikap resmi institusi kraton. Pihaknya kini sedang berupaya mempertemukan semua pihak yang masih berbeda pendapat dan kepentingan, termasuk perlu tidaknya proses pemilihan PB XIII melibatkan pihak selain putra putri."Saya dan beberapa putra berharap agar kerabat dan abdidalem juga dilibatkan dalam proses pemilihan itu, tapi masih ada sebagian kecil dari 35 putra-putri yang menolak. Alasannya hal tersebut adalah masalah internal. Padahal kita untuk menunjuk raja kita harus mendapat legitimasi dan dukungan penuh dari seluruh aspek kraton. Hal inilah yang saat ini saya perjuangkan untuk disepakati," ujar Hadi.Selanjutnya nanti tiga pimpinan lembaga kraton --dua diantaranya Pegageng Parentah Kraton dan Pegageng Parentah Kaputren--, yang akan mengumumkan secara resmi siapa yang akan ditetapkan dan hari penetapannya. Pernyataan Hadi tersebut dibenarkan oleh Pegageng Parentah Kraton Surakarta GPH Dipokusumo yang juga hadir dalam seminar itu."Putra yang ditetapkan sebagai calon pengganti raja harus melewati proses dan persyaratan tertentu. Demikian pula nanti setelah ditetapkan sebagai calon pengganti menuju proses penobatan, juga harus melewati sejumlah proses dan persyaratan lagi. Jadi tidak segampang itu menetapkan seseorang menjadi calon pengganti raja," kata Dipo.
(asy/)











































