"Justru dia memberikan informasi awal. Jadi utuh," kata Kapolres Jaksel Kombes Pol Imam Sugianto saat dihubungi detikcom, Selasa (13/12/2011).
Imam mengaku yakin dengan keterangan Zan. Namun Imam tak tahu persis kapan sebenarnya Zan datang ke polisi untuk memberikan informasi mengenai kejadian penusukan tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Imam, berkas-berkas mengenai penyidikan kasus Raafi mulai dilengkapi. Tak lama lagi, berkas ini akan segera dilimpahkan. Jika masih ada keterangan-keterangan lain di luar penyidikan, hal itu bisa diungkapkan di pengadilan kelak.
"Saya tidak mau digiring ke persepsi. Saya mengumpulkan fakta bukan pengakuan. Silakan nanti dibuktikan di pengadilan. Ini sudah jalan administrasinya, segera dilimpahkan," ungkapnya.
Sebelumnya Imam sempat mengaku setelah ada keributan di lantai dansa Shy Rooftop, Zan dititipi pisau oleh Febry. Kemudian pisau tersebut dibawa Zan ke mobil Toyota Fortuner B 510 OD, milik tersangka Robie. Pisau tersebut disimpan di bawah jok sopir. Lalu pisau ini kembali diserahkan ke saat berada di rumahnya di Depok.
Hingga kini, pisau tersebut belum berhasil ditemukan. Di rumah Febry sendiri di Pesona Khayangan, Depok, terdapat sejumlah pisau yang merupakan koleksi pribadinya. Namun tidak ada pisau yang digunakan untuk menusuk Raafi.
(gus/ndr)











































