Uang tersebut adalah upaya damai, karena Wa Ode saat itu dilaporkan ke BK DPR karena tudingannya yang menyebut ada pemain anggaran di Senayan.
"Saya pernah didatangi jam 2 malam oleh orang yang mengaku stafnya pak Nudirman. Waktu itu beliau masih pimpinan BK untuk menghadap Pak Nudirman agar masalah saya bisa cepat selesai di BK," ujar Wa Ode kepada detikcom, Selasa (13/12/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya menolak karena hemat saya ini salah, banyak cara berterima kasih tidak selalu dengan uang," terang Wa Ode.
Orang yang mengaku staf Nudirman tersebut memang tidak merinci berapa uang yang diminta. Namun ia memberi contoh bahwa Nazaruddin memberikan uang sebesar Rp 2 miliar.
"Tidak disebutkan (berapa uang yang diminta), hanya stafnya bilang Nazarudin bayar Rp 2 miliar untuk tidak diproses di BK," terangnya tanpa menyebut nama staf yang ia maksud.
"Hikmah dari penetapan status saya sebagai tersangka adalah kebijaksanaan tidak pandang usia, sebagai perempuan paling muda di DPR saya selalu menjaga perilaku dan kesantunan saya," imbuhnya.
Namun benar tidak orang tersebut adalah staf Nudirman Munir belum ada kepastian. Wa Ode juga enggan membeberkan lebih lanjut mengenai hal ini.
(her/vit)











































