Jumhur: Moratorium di Arab Saudi Belum Dicabut, Gaji TKI Jadi Mahal

Laporan dari Afsel

Jumhur: Moratorium di Arab Saudi Belum Dicabut, Gaji TKI Jadi Mahal

- detikNews
Selasa, 13 Des 2011 07:47 WIB
Pretoria - Pemerintah Indonesia saat ini telah mencabut moratorium bagi tenaga kerja Indonesia di Malaysia. Namun tidak halnya dengan di Arab Saudi. Akibatnya, gaji TKI di Arab Saudi kini kian mahal.

Hal tersebut terungkap dalam obrolan santai Kepala BNP2TKI Jumhur Hidayat dengan Duta Besar Indonesia untuk Afrika Selatan Sjahril Sabaruddin di Wisma Indonesia, Pretoria, Afsel, Senin (12/11/2011) malam.

"Sekarang gaji TKI di Arab Saudi 2.000-3.000 Riyal, dari dulunya 800 Riyal," kata Jumhur Hidayat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dengan belum dicabutnya moratrium TKI ke Arab Saudi, menurut Jumhur, warga Arab Saudi merasa kelabakan. Karena mereka memang membutuhkan TKI, maka mereka pun berani bayar mahal.

Bahkan, Jumhur mengibaratkan, TKI di Arab Saudi kini bagaikan mobil Mercy, yang oleh pemiliknya disayang-sayang. "Jadi sekarang kayak Mercy," ujarnya sambil tertawa.

Menurutnya, dengan kondisi seperti sekarang ini, para TKI yang kini masih bekerja di Arab Saudi pun kian senang. "Mereka (TKI)senang juga," imbunya.

Jumhur Hidayat bertandang ke Wisma Indonesia di Afsel dalam rangka courtessy call dengan Dubes Indonesia untuk Afrika Selatan, Sjahril Sabaruddin. Pertemuan yang berlangsung hangat tersebut membicarakan berbagai hal, terutama tentang penjajakan tenaga kerja terampil Indonesia agar bisa masuk ke negeri paling maju di benua Afrika tersebut.

Acara berlangsung pukul 20.00 malam waktu setempat atau sekitar pukul 01.00 WIB. Suasana akrab diselingi canda tawa mewarnai pertemuan tersebut.

Hadir dalam petemuan tersebut di antaranya Deputi Penempatan BNP2TKI Ade Adam Noch, Deputi Kerjasama Luar Negeri dan Promosi BNP2TKI Endang Sulistyaningsih, Kepala Biro Perencanaan BNP2TKI Agusdin Subiantoro, Pelaksana Tugas Direktur Promosi BNP2TKI, Dwi Anto, dan Sunarko dari Direktorat Kawasan Afrika Kementerian Luar Negeri, serta Tenaga Profesional Kepala BNP2TKI Bidang Media dan Komunikasi Publik, Mahmud F Rakasima.

Sementara Dubes RI Untuk Afrika Selatan didampingi oleh sejumlah staf Kedubes, di antaranya Konselor Bidang Ekonomi Berlian Helmi dan Atase Pertahanan Kolonel Victor H Simatupang.

Sebelumnya, moratorium pengiriman TKI baru sektor domestik ke Malaysia, telah dicabut 1 Desember 2011. Namun tidak demikian terhadap kebijakan serupa yang diterapkan untuk Arab Saudi.

"Moratorium (Arab Saudi) belum bisa dibuka," kata Menakertrans Muhaimin Iskandar. Hal tersebut disampaikankan usai pertemuannya dengan Menteri Perburuhan Arab Saudi, Adel Muhammad Fakieh. Pertemuan berlangsung di Hotel Indonesia Kempinski, Jl MH Thamrin, Jakarta Pusat, Selasa (8/11/2011) lalu.

(her/her)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini