"Pertemuan terjadi di daerah Kelapa Gading dan di Hotel Mulia Jakarta. Pertemuan pertama, saya tanya konsep Dana Percepatan Pembangunan Infrastruktur Daerah (DPPID) ke Tamsil. Konsep (program) ini saya tunjukkan ke Tamsil, saya perlihatkan apakah program ini dapat porsi anggaran yang besar, beliau (Tamsil) menjawab (program) harus diusulkan pemerintah," ujar Acos.
Hal itu disampaikannya dalam sidang lanjutan dengan terdakwa Dharnawati, di Pengadilan Tipikor, Jl HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta, Senin (12/12/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pada pertemuan kedua di Hotel Mulia hanya ada Saya dan Tamsil. Saya perlihatkan surat fotokopi itu yang ditandatangani Muhaimin Iskandar. Dia (Tamsil) bilang surat sudah bagus dan akan diperjuangkan ke rapat Banggar," ujarnya.
Ketika dicecar oleh Majelis Hakim mengapa Acos sangat berniat bertemu dengan Tamsil, Ia mengaku itu hanyalah memanfaatkan haknya sebagai rakyat. Acos mengaku sebagai pengusaha wajar ingin memperoleh proyek untuk mencari nafkah.
"Tamsil Anggota Banggar DPR RI, saya sebagai rakyat pertanyakan ke beliau (Tamsil) kenapa program ini tidak berjalan. Saya dapat informasi dari banyak kawan bahwa ada program seperti ini," imbuhnya.
(feb/her)










































