"Pemerintah yang tidak beri ruang demokrasi yang besar dan cepat akan mengalami kesulitan dan bahkan digulingkan," ujar Wapres Boediono.
Boediono mengatakan itu di depan para penggiat media dari 24 negara Islam saat membuka seminar internasional media Islam di Hotel Sultan, Jl Gatot Subroto, Jakarta, Senin (12/12/2011) malam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Lewat media jejaring sosial itu pula masyarakat bebas mengekspresikan suara mereka tentang pemberantasan korupsi, reformasi birokrasi dan mengkritisi kebijakan pemerintah," tambahnya.
Boediono juga menegaskan sudah bukan zamannya lagi pemerintah membungkam pers atau menutup situs sosial media. Hal ini dinilai sama sekali tidak akan efektif.
"Kontrol pemerintah terhadap media tidak efektif. Informasi tersedia di mana saja dan jadi ranah publik. Kita harus hidup dengannya," tegas Boediono yang tampil berjas ini.
Sementara itu sosial media juga memiliki sisi negatif. Ada ancaman besar yaitu tersebarnya paham ekstrim dan radikal, serta peredaran pornografi. Boediono pun meminta agar para ulama, guru dan orangtua mengawasi penggunaan sosial media ini.
"Orang tua dan wali harus punya pengetahuan yang cukup sehingga tidak ada lagi gap," pesan Boediono.
(rdf/her)











































