Kembali Luncurkan Buku, Prijanto Siap Maju Jadi Gubernur DKI

Kembali Luncurkan Buku, Prijanto Siap Maju Jadi Gubernur DKI

- detikNews
Senin, 12 Des 2011 22:30 WIB
Kembali Luncurkan Buku, Prijanto Siap Maju Jadi Gubernur DKI
Jakarta - Di tengah kesibukannya sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta, Prijanto selalu menyempatkan diri untuk melakukan hobinya menulis. Hal itu dibuktikan dengan diluncurkannya buku yang berjudul 'Andaikan Aku atau Anda Gubernur Kepala Daerah'.

Ini buku kedua yang diluncurkan Prijanto sepanjang tahun 2011. Di bulan Maret sebelumnya, Prijanto juga meluncurkan buku karyanya yang berjudul 'Nilai'.

"Buku ini bukan dalam konteks saya mau maju sebagai gubernur DKI, tapi konteksnya untuk semua," kata Prijanto saat peluncuran bukunya di Hotel Borobudur, Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Senin (12/12/2011). Dalam acara ini hadir pula Jusuf Kalla, dan seniornya AM Hendropriyono.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Banyak hal yang dibahas Prijanto di buku setebal 309 halaman ini. Posisinya sebagai wakil gubernur membuatnya berani menyoroti tentang berbagai hal di pemerintahan yang dia jalani selama hampir 5 tahun bersama partnernya Gubernur Fauzi Bowo.

"Kalau ditanya (siap) Insya Allah," tambah Prijanto sembari tertawa saat hadirin yang datang menantang kesiapan mantan Aster Kasad ini menjadi Gubernur berikutnya.

Dalam kesempatan yang sama, Jusuf Kalla juga menyempatkan diri memberikan pesan dan kesannya tentang sosok Prijanto. Terlebih lagi, dulunya mereka adalah tetangga baik selama di Medan Merdeka Selatan.

"Ada beberapa alasan kenapa saya hadir di sini, karena beberapa tahun saya tetanggaan dengan Pak Prijanto. Tetangga yang baik saat di Merdeka Selatan, cuma saya pergi lebih dulu," kelakar JK saat membuka sambutannya. Candaan JK ini langsung disambut tamu yang hadir.

Selain itu, JK juga menilai dirinya punya kesamaan. Ya, seperti diketahui, JK pernah menjabat sebagai wakil presiden SBY, dan Prijanto sendiri saat ini juga tengah menjabat sebagai wakil gubernur DKI Jakarta.

"Kita ada korps yang sama yaitu korps wakil. Tapi posisi wakil itu mempunyai kekhususan, banyak mengetahui tapi tidak bisa bertindak," katanya.

"Karena nggak ada keputusan wakil yang ada hanya keputusan nomor satu," tambah pria kelahiran Makasar ini.

Meski demikian, JK mengatakan posisi wakil itu sebenarnya cukup penting. Walaupun berada satu langkah di belakang kepala negara atau kepala daerahnya.

"Wakil itu jalannya satu langkah di belakang, suaranya 1 ton di bawah, tapi kadang diperlukan juga saat tertentu," ungkap mantan Ketum Golkar ini.

JK menyambut baik peluncuran buku ini. Menurutnya Jakarta saat ini butuh pemimpian yang menjadikan ibukota negara ini sebagai ibukota yang terhormat dan teratur.

"Selalu saya katakan, di Asia ini tinggal 3 ibukota yang kumuh, yaitu Jakarta, Manila dan Bombay, yang lain sudah sangat bagus. Padahal kita punya potensi yang kuat dan besar. Oleh karena itu dibutuhkan pemimpin yang tahu persis keinginan masyarakat yang akan datang," ucap JK.

Lalu, apakah apresiasi JK pada buku ini sebagai bentuk dukungan untuk Prijanto yang dikabarkan akan maju dalam Pemilukada DKI 2012 mendatang? Belum bisa dipastikan.

(lia/her)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini