"Kami semua ikut bersedih akhirnya wafatlah seorang demonstran karena keyakinannya sampai kemudian membakar diri. Saya berbelasungkawa. Saya tidak menyarankan itu diulangi lagi sebagai bentuk unjuk rasa kepada pemerintah,"ujar Priyo.
Hal ini disampaikan Priyo kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (12/12/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita kenang karena keyakinannya. Kami ingin mendengarkan apa yang diperjuangkan itu apa," papar Priyo.
Meski demikian, Presiden SBY perlu memahami kenekatan mahasiswa ini. Karena banyak juga pihak menilai aksi ini sebagai pengungkapan atas kekecewaan kepada pemerintah.
"Meskipun saya menghormati tapi saya tidak menganjurkan untuk ditiru. Ini pesan khusus orang mengorbankan sampai nyawanya. Ini mungkin karena tingkat kekhawatiran yang bersangkutan. Pesan ini harus menjadi perhatian bersama, karena ini di depan Istana ya Bapak Presiden," tutupnya.
(van/did)











































