"Kepada kawan saya, pak Adang saya minta kepada beliau untuk mengubah cara pandangnya mengenai ibu Nunun dan kasus yang membelitnya. Sekarang pak Adang lebih baik mendukung Nunun untuk bicara terbuka," tutur pengamat kepolisian Bambang Widodo Umar kepada detikcom, Senin (12/12/2011).
Bambang yang merupakan teman satu angkatan Adang di akademi kepolisian ini menyatakan, rekannya itu akan mereguk imbas positif dengan mendukung Nunun untuk bicara terbuka. Citra ada yang selama ini dikenal sebagai pelindung buronan, akan dapat diperbaiki.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seperti diberitakan, Nunun ditangkap kepolisian Thailand pada Rabu (7/12) lalu di salah satu rumah sewaan di kota Bangkok. Kepolisian Thailand kemudian menginformasikan ke pihak KPK. KPK lantas mengirim dua tim ke Bangkok beranggotakan 11 orang dan dipimpin langsung oleh Wakil Ketua Chandra Hamzah.
Nunun menjadi buronan Interpol setelah KPK menetapkannya sebagai tersangka pada Februari 2011 lalu. Nunun diduga memberikan cek pelawat sebanyak 480 lembar senilai Rp 24 miliar ke seluruh politikus DPR di Senayan periode 1999-2004. Pemberian itu untuk memenangkan Miranda Swaray Goeltom menjadi Deputi Senior Gubernur Bank Indonesia
Dalam kasus ini KPK sudah menetapkan 30 orang tersangka dari anggota DPR periode 1999-2004 dan sebagian besar telah divonis bersalah oleh pengadilan.
(fjp/ahy)











































