PT Newmont dan Menkes Diadukan ke Mabes Polri

PT Newmont dan Menkes Diadukan ke Mabes Polri

- detikNews
Selasa, 20 Jul 2004 14:50 WIB
Jakarta - Masyarakat pantai Buyat, kecamatan Kuta Bunan, kabupaten Minahasa Selatan, Sulawesi Utara melaporkan PT. Newmont Minahasa Raya ke Mabes Polri, Jl. Trunojoyo No. 3, jakarta Selatan, Selasa (20/7/2004). PT. Newmont dianggap telah melakukan pencemaran Lingkungan di sekitar pantai Buyat.Akibatnya masyarakat sekitar menderita penyakit minamata desease dari limbah bahan baku beracun yang dikeluarkan oleh perusahaan penambangan emas tersebut. Dampak dari penyakit itu korban mengalami cacat fisik permanen bahkan beberapa diantaranya meninggal dunia.Masyarakat pantai Buyat juga melaporkan menteri kesehatan (Menkes) Sujudi, yang diduga ikut bertangggung jawab atas kejadian yang mereka alami.Demikian dikatakan oleh Direktur LBH Kesehatan Iskandar Sitorus kepada wartawan sebelum melaporkan kasus ini ke Mabes Polri. Bersama Iskandar juga hadir beberapa korban minamata desease pantai Buyat dan wakil dari Yayasan Suara Nurani dan Yayasan Sahabat Perempuan.Lanjut Iskandar, sebelum PT. Newmont beroperasi di daerah Pantai Buyat sekitar tahun 1996 lalu, masyarakat sekitar tidak pernah mengalami penyakit seperti yang dideritanya sekarang. Penyakit seperti tumor dan penyakit kulit itu diyakini akibat mengkonsumsi makanan dan minuman yang mengandung banyak merkuri.Dari hasil pemeriksaan LBH Kesehatan terhadap 100 orang pasien di pantai Buyat, 80 persen diantaranya didiagnosa mengidap penyakit minamata desease."Pemerintah dalam hal ini Pemda Sulawesi Utara juga turut menutupi kasus ini dan melindungi Pt. Newmont. Menkes pun terkait karena ikut membiarkan kasus ini terjadi," kata Iskandar.Sementara itu Dr. Jane M. Pangemanan dari Yayasan Sahabat Perempuan mengatakan makanan dan minuman yang dikonsumsi dari pantai Buyat, sudah pasti tercemar akibat pembuangan limbah yang dilakukan oleh PT. Newmont di sekitar 100 meter dari Pantai Buyat. "Newmont langsung membuang limbah itu ke laut," kata Jane.Jane menerangkan, meskipun PT. Newmont mengaku limbah itu sudah diproses sesuai peraturan yang berlaku, tapi nyatanya berdampak luas pada masyarakat. Jane memastikan perairan laut dan biota Pantai Buyat sudah tercemar dengan unsur logam merkuri yang sudah melebihi ambang batas normal."Salah satu akibatnya, bayi yang baru lahir memiliki kondisi kulit dan muka yang layaknya seperti orang tua," lanjut Jane.Berdasarkan pengakuan Masnah Stirman salah seorang ibu Korban, dari tahun 2000, ia sudah merasakan sakit kepala, pusing, keram dan kurang penglihatan. Kemudian januari 2004 ia melahirkan seorang bayi bernama Andini Lensun dengan kondisi kulit seperti hangus terbakar, berbintik dan bernanah. Akibatnya Andini meninggal pada tanggal 3 Juli 2004.Menurut Masnah dirinya sempat membawa Andini ke dokter, namun menurut dokter Andini hanya menderita penyakit kulit biasa dan kurang gizi. Masnah mengaku pada saat hamil, ia sering ngidam makan ikan.Jull Takaliwang dari Yayasan Suara Nurani manambahkan, Pemda setempat selama ini menutup-nutupi pencemaran yang dilakukan PT. Newmont tersebut."Mereka mengatakan tidak ada pencemaran di pantai Buyat. Bahkan PT. Newmont sendiri mengaku tidak pernah menggunakan Merkuri dalam produksinya. Padahal menurut temuan pihak saya, Newmont mengeluarkan merkuri sebanyak 2000 ton per hari sejak Agustus 1996 atau sejak PT. Newmont berdiri disana," tegas Jull.Bukti adanya Minimata Deseases di pantai Buyat juga diperkuat oleh hasil penelitian kandidat Doktor Markus Lasut yang bersama National Institue for Minamata deseas di Kumamoto Jepang, melakukan penelitian di sekitar pantai tersebut.Berdasarkan hasil 25 sampel yang diperoleh dari masyarakat Buyat, membuktikan pantai Buyat sudah tercemar oleh merkuri dan mengakibatkan kontaminasi pada manusia dan lingkungkangan sekitar. (fab/)


Berita Terkait