"Dia (Nunun) bukan ditangkap, tapi ibu Nunun menyerahkan diri tanggal 7 (Desember)," kata Ina Rahman ketika dihubungi detikcom via telepon, Minggu (11/12/2011).
Menurut Ina, saat interpol datang ke kontrakan Nunun di Bangkok, mereka menyampaikan jika Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ingin menjemput istri mantan Wakapolri Adang Darajatun ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun Nunun mengajukan syarat kepada KPK, agar keselamatannya dijamin. Karena itu, saat tiba di tanah air, Nunun memakai rompi anti peluru.
Lebih lanjut Ina bercerita, sebelum ke tanah air Nunun harusnya menandatangani surat penangkapan di Kantor Kedutaan Indonesia di Thailand, tapi karena Nunun tak mau menunggu lama untuk pulang, maka surat itu ditandatangani di pesawat Garuda GA 867.
Ina mengatakan, Nunun sebenarnya sudah ingin pulang sejak Januari 2011 lalu, tapi saat itu kesehatannya belum pulih betul.
"Secara fisik dia memang sehat, tapi sebenarnya tidak," ucap Ina.
(gun/ndr)











































