Nunun Tertangkap, KPK Harus Usut Dugaan Keterlibatan Miranda

Nunun Tertangkap, KPK Harus Usut Dugaan Keterlibatan Miranda

- detikNews
Minggu, 11 Des 2011 08:30 WIB
Nunun Tertangkap, KPK Harus Usut Dugaan Keterlibatan Miranda
Jakarta - Tertangkapnya Nunun Nurbaeti diharapkan bisa menjadi titik terang kasus suap pemilihan Deputi Gubernur Senior (DGS) Bank Indonesia. KPK didesak untuk mengungkap peran aktor lainnya yang terlibat dalam kasus tersebut, termasuk dugaan Miranda S. Goeltom, selaku pihak yang dimenangkan dalam kasus dugaan suap itu.

"Dari Nunun banyak mendapatkan titik terang karena Nunun merupakan tersangka sekaligus saksi kunci untuk yang lainnya (Miranda)," kata Kordinator Masyarakat Transparansi Indonesia (MTI), Jamil Mubarok, kepada detikcom, Minggu (11/12/2011).

Jamil menambahkan yang terpenting KPK saat ini mempercepat proses hukum Nunun karena ini menjadi happy ending bagi kepemimpinan yang baru saja berakhir. Meski begitu, Miranda juga harus tetap menjadi perhatian.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dugaan terhadap Miranda, jangan sampai terhambat," tuturnya.

Keberhasilan KPK ini, menurut Jamil, perlu mendapatkan apresiasi yang besar. Dengan ditangkapnya Nunun, KPK sudah menjawab tanggapan negatif masyarakat. Selain itu, hal ini menunjukkan awal yang bagus setelah Hari Antikorupsi Sedunia dalam memberantas korupsi.

Sebelumnya Wakil Ketua KPK Chandra Hamzah tak mau berkomentar banyak saat ditanya soal Miranda Gultom. Dia menegaskan, semua kasus akan diselesaikan satu per satu.

"Kita selesaikan satu per satu dulu," kata Chandra saat jumpa pers di Gedung KPK, Jl HR Rasuna Said, Kuningan, Jaksel, Sabtu (10/12/2011).

Miranda sebelumnya sudah pernah diperiksa untuk kasus yang menjerat Nunun Nurbaeti. Dalam kasus ini, Nunun diduga sebagai penyedia cek perjalanan yang dibagikan kepada Komisi IX DPR terkait pemenangan Miranda sebagai pejabat tinggi bank sentral.

Pada persidangan kasus suap ini di Pengadilan Tipikor Jakarta terungkap bahwa anggota Komisi IX DPR dari Fraksi PDIP mendapatkan arahan untuk memilih Miranda Goeltom dalam voting Deputi Gubernur Senior BI.

Pada hari pemilihan tanggal 8 Januari 2004, setelah Miranda dinyatakan menang, Dudhie Makmun Murod selaku Bendahara Umum PDIP menerima sejumlah amplop berisi cek dari mantan staf pengusaha Nunun Nurbaeti, Arie Malangjudo.

Sedang Miranda berkali-kali dalam berbagai kesempatan membantah pernah bertemu Nunu terkait pemilihan DGS BI.

(mpr/ndr)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads