"Insya Allah esok matahari akan bersinar di ufuk timur untuk menyinari bumi pertiwi. Sawah menguning, rumput menghijau, api merah membara, di atas sana langit biru memayungi ibu pertiwi. Tapi PAN adalah matahari, matahari bagi masa depan yang lebih membanggakan," jelas Hatta dalam pidato politiknya di pembukaan Rakernas PAN di Kemayoran, Jakarta, Sabtu (10/12/2011).
Bukan tanpa alasan Hatta menyebut-nyebut matahari. Lambang PAN memang matahari. "PAN mengajak seluruh elemen bangsa dan partai politik untuk mengedepankan persamaan daripada perbedaan, mengutamakan persaudaraan daripada permusuhan, menjunjung persatuan daripada mengobarkan perpecahan dan menatap masa depan daripada terjebak masa lalu," jelas Hatta yang disambut tepuk riuh ribuan kader PAN.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Raker nasional ini juga sangat strategis, ada keperluan kita untuk merespons beberapa isu penting yang terkait dengan perkembangan dan dinamika partai serta situasi nasional dan global," jelasnya.
Tidak lupa Hatta juga menegaskan bahwa PAN adalah partai yang dilahirkan dari kandungan reformasi. Produk dari sebuah kehendak rakyat untuk memperbaiki tatanan peri kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
"Itu artinya PAN lahir karena peristiwa sejarah yang amat khusus di bumi persada Indonesia," tutur Hatta.
Dalam acara ini hadir Presiden SBY dan Ibu Ani Yudhoyono. Hadir juga Sekjen PD Edhie Baskoro Yudhoyono, Ketum PPP Suryadharma Ali dan beberapa politikus lainnya.
(ndr/gah)










































