Hal itu diketahui dari keterangan Mehrdad yang berhasil ditangkap petugas jaga Lapas sesaat setelah ia melarikan diri, Sabtu (10/12) sekitar pukul 04.00 WIB.
“Teman mereka dari luar yang menjenguk sekitar 3-5 hari lalu membawa kunci inggris yang disembunyikan di dalam kaos kakinya. Memang saat itu petugas lalai tidak melakukan pemeriksaan secara detail hingga bisa lolos,” kata Kepala Lapas Pemuda Tangerang Kunto Wuryanto, saat jumpa pers di tempat kerjanya, Sabtu (10/12/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kunto menambahkan, selain kunci inggris, mereka juga mendapat bantuan jemputan taksi yang dipesan sekitar pukul 02.00 WIB.
“Taksi itu menunggu di dekat Lapas. Tapi setelah 30 menit menunggu si pemesan taksi tidak datang, akhirnya supirnya kesal dan langsung pergi. Mungkin kalau taksinya masih ada, mereka langsung kabur jauh,” tambahnya.
Kunto mengaku petugasnya lalai dalam menjalankan tugas. Namun ia juga tidak mengetahui petugas yang saat itu tengah berjaga.
Menurutnya, saat ini, pihaknya sedang fokus mengejar salah satu tahanan yang masih buron. “Kita sudah koordinasi dengan Polres Metro Kota Tangerang, Imigrasi, Kanwil Kementerian Hukum dan Ham Banten serta Dirjen Kementerian Hukum dan Ham dalam melakukan pengejaran,” tandasnya.
(gah/gah)










































