Gubernur Riau Terima Gelar Datuk Seri dari Kerajaan Malaka

Gubernur Riau Terima Gelar Datuk Seri dari Kerajaan Malaka

- detikNews
Sabtu, 10 Des 2011 13:32 WIB
Malaka, Malaysia - Gubernur Riau, Rusli Zainal menerima anugerah gelar adat Datuk Seri dari Kerajaan Malaka, Malaysia. Gelar adat kehormatan tersebut diberikan atas peranannya memperat persahabatan Indonesia-Malaysia.

Penyerahan gelar adat ini dilaksanakan di Gedung Dewan Seri (istana kerajaan –Red) Air Keruh, Kerajaan Malaka, Sabtu (10/12/2011). Gelar adat yang diterima Rusli Zainal ini bernama lengkap, Darjah Gemilang Seri Melaka (DGSM) atau disebut Datuk Seri ini diberikan oleh Raja Malaka, Tun Datuk Seri Utama Mohd Khalil Bin Yakop.

Acara penyerahan gelar ini, disaksikan lebih dari 1000 orang warga. Acara ini digelar bersamaan peringatan ulang tahun ke-73 Raja Malaka.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Total ada sekitar 400 orang mendapat gelar adat dengan tingkatan yang berbeda. Gubernur Riau Rusli Zainal merupakan yang pertama kali menerima gelar dengan memberikan lencana. Gelar Datuk Seri merupakan tertinggi yang diterima seorang menjabat Gubernur.

Orang yang menerima gelar ini dianggap memiliki hubungan yang baik dengan Kerjaan Malaka atau pemerintahan Malaysia. Dengan menerima gelar Datuk Seri dengan sendirinya, istri Gubernur Riau, Septina Primawati menerima gelar adat Datin Seri.

Sementara itu, tokoh adat Riau, Tenas Effendi yang turut menyaksikan penyerahan gelar tersebut kepada detikcom mengatakan, bahwa gelar adat tersebut memiliki makna tersendiri. Kedekatan adat serta kesamaan rumpun Melayu, menjadikan hubungan antara pemerintah Indonesia khususnya Provinsi Riau menjadi dekat dengan Malaka, Malaysia.

"Anugerah yang diberima Gubernur Riau itu, merupakan bentuk penghormatan Kerajaan Malaka. Dan kedekatan budaya, adat istiadat lebih menjamin keharmonisan bertetangga dibanding kedekatan lewat jalur politik," demikian kata Tenas Effendi yang juga dosen terbang bidang Kebudayaan di Universitas Kebangsaan Malaysia itu.

Kedekatan Riau yang juga tidak luput dari sejarah panjang di Malaka, membuat hubungan kekerabatan sangat dekat sekali. Ini menunjukan adanya ikatan emosional dan kebatinan yang sangat berharga bagi kedua belah pihak.

"Menjalin hubungan baik antara negara itu tidak hanya lewat politik semata. Namun kebudayaan adat istiadat dapat juga mempererat hubungan antara negara," kata Tenas.

(cha/lh)


Berita Terkait