"Kalau ke India itu penduduknya sangat besar sampai 1,2 miliar. Tapi kebutuhan pangan di sana sama dengan Indonesia padi dan gandum. Mereka juga sapinya luar biasa melimpah, stok beras mereka juga luar biasa melimpah. Mereka dengan penduduk yang demikian besar mampu memenuhi kebutuhan pangannya dari produksi dalam negeri," ujar Wakil Ketua Komisi IV DPR yang juga pimpinan rombongan ke India, Herman Khaeron.
Hal ini disampaikan Herman kepada detikcom, Sabtu (10/12/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jepang juga memberikan sistem proteksi luar biasa. Mereka memproteksi sampai 700 persen. Jadi selain memberikan permodalan maupun subsidi juga membuat regulasi dengan memproteksi haga beras impor sampai 700 persen," tuturnya.
Rencananya temuan-temuan ini akan dibahas dalam pembahasan RUU Pangan. "Jadi kita relevansinya dengan RUU Pangan, dapat kita lihat pemerintah harus memberikan proses tinggi terhadap menumbuhkan produktifitas gairah produksi. Komoditas pangan pokok harus mendapatkan perhatian khusus. Apalagi Indonesia negara agraris,"tegasnya.
Komisi IV DPR menggelar kunjungan ke empat negara menjelang liburan akhir tahun. Kunjungan ke Amerika Serikat, Jepang, India, dan Cina ini dirasa sangat penting dan tak bisa dibatalkan.
Ketua Komisi IV M Romahurmuziy dari Fraksi PPP memimpin rombongan kunjungan ke Amerika Serikat. Herman Khaeron dari Fraksi Partai Demokrat membawa rombongan ke India, Firman Soebagyo dari Fraksi Partai Golkar ke Cina, dan Ana Muawanah dari Fraksi PKB ke Jepang.
(van/gah)











































