Wartawan Protes Pemukulan oleh Dokter RSHS Bandung
Selasa, 20 Jul 2004 13:11 WIB
Bandung - Puluhan wartawan berunjuk rasa ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Mereka protes aksi pemukulan salah seorang dokter terhadap seorang wartawan TV.Para wartawan ini mendatangi RSHS, Jl. Pasteur, Bandung, Jawa Barat, sejak pukul 11.00 WIB. Mereka menuntut manajemen RSHS mengambil tindakan tegas terhadap pelaku.Kepada wartawan, Direktur Utama RSHS, Cissy Racsian, mengatakan, secara institusi RSHS meminta maaf atas kejadian tersebut. Dia menegaskan, RSHS terbuka bagi para jurnalis yang ingin melakukan peliputan. "Yang penting hak pasien juga terjaga," ungkap Cisssy.Sayangnya dalam pertemuan tersebut, pelaku pemukulan, dr.Deddy S Carlo tidak hadir tanpa alasan yang jelas. Daddy memilih menjelaskan kejadian melalui sebuah surat.Dalam suratnya, Daddy membantah telah melakukan pemukulan terhadap wartawan TV yang sedang bertugas. Sebaliknya, Daddy menuding wartawan tersebut yang terlebih dahulu melakukan kekerasan. "Saat kamera sedang on seorang wartawan memukul wajah saya sehingga kacamata saya terjatuh," ujarnya.Korban pemukulan, Fredy Bangun, membantah keterangan Daddy. Menurut Fredy, Daddy memukul kameranya saat dirinya sedang melakukan pengambilan gambar di Ruang RC II RSHS, Senin (19/7/2004)."Saat saya sedang melakukan tugas, Daddy datang menanyakan izin. Meski saya katakan sudah diizinkan pihak Humas, dia tetap tidak mengizinkan. Selanjutnya dia menekan dan mendorong bagian lensa kamera dengan keras," tutur Fredy.Fredy menegaskan, meski secara kelembagaan RSHS telah meminta maaf, dirinya akan meneruskan proses hukum kasus ini. Fredy telah mengadukan tindakan Daddy ke Polres Bandung Barat.Sekedar tahu, peritiwa tersebut terjadi pada Senin (19/7/2004). Saat itu para wartawan hendak meliput korban penembakan polisi di Stasiun KA Kiaracondong.
(djo/)











































