Kapal Melintang, Dermaga Ujung Kamal Lumpuh 2 Jam
Selasa, 20 Jul 2004 13:03 WIB
Surabaya - Sebuah kapal melintang di dermaga penyeberangan Ujung Surabaya Kamal Madura, atau kerap disebut Ujung Kamal. Akibatnya dermaga lumpuh 2 jam. Setelah kapal dievakuasi, situasi kembali normal.Pukul 05.00 WIB, Selasa (20/7/2004), sebuah kapal feri Niaga I melintang di Dermaga I Kamal Madura. Kapal berangkat dari Ujung Surabaya. Namun saat hendak merapat di Dermaga I Kamal Madura, kapal gagal melakukan manuver.Ini gara-gara arus air laut yang kuat dan kecepatan angin yang tinggi. Walhasil, posisi kapal menjadi tidak tepat pada dermaga. Posisi kapal miring dan melintang hingga menutup Dermaga I.Tidak hanya Dermaga I yang lumpuh beroperasi, Dermaga III yang lokasinya berdekatan juga ikut terganggu. Sebab dikhawatirkan jika tetap beroperasi, maka kapal-kapal akan saling bersenggolan.Pukul 07.00 WIB, kapal feri Niaga I yang melintang di Dermaga I akhirnya berhasil dievakuasi ke posisi normal. Kegiatan di Dermaga I dan III pun kembali beroperasional.Akibat gangguan itu, 12 kapal terganggu jadwal operasnya. Enam kapal diantaranya berhenti. Sedangkan 6 kapal lainnya tetap beroperasi dan merapat ke dermaga lainnya, yakni Dermaga II."Mulai pukul 07.00 WIB, arus lalu lintas kapal Ujung Kamal berangsur normal," kata Wildan Jazuli selaku Manajer Operasi I PT ASDP (Persero) cabang utama Surabaya saat ditemui wartawan di kantornya jalan Kalimas Baru Surabaya.Namun diakui Wildan, dalam waktu satu minggu ini, kecepatan angin cukup tinggi. Begitu pula arus bawah laut begitu kuat. Sehingga berpengaruh pada manuver kapal saat hendak merapat."Saya sudah mengimbau kepada para nakhoda untuk tetap mewaspadai dan hati-hati terhadap cuaca yang buruk ini," kata Wildan.Cuaca buruk berdampak pada pengurangan jadwal bongkar muat kapal. Kalau normal 24 menit, sekarang dipercepat menjadi 15 menit. Sebab waktunya habis untuk melakukan manuver saat kapal hendak merapat. Meski demikian, jumlah penumpang tidak terpengaruh dan masih normal. Dalam waktu 24 jam mencapai 15-17 ribu penumpang.
(sss/)











































