Perancis Minta Penjelasan atas Statemen PM Sharon
Selasa, 20 Jul 2004 12:25 WIB
Jakarta - Perancis dan Israel bersitegang. Gara-garanya, statemen yang dilontarkan Perdana Menteri (PM) Israel Ariel Sharon, yang menyerukan warga Yahudi yang tinggal di Perancis untuk meninggalkan negeri itu dan pindah ke Israel.Buntutnya, pemerintah Perancis menyatakan tidak akan menetapkan tanggal untuk kunjungan Sharon ke Paris sampai ia menjelaskan pernyataannya itu. Demikian seperti diberitakan Reuters, Selasa (20/7/2004).Seorang juru bicara Presiden Perancis Jacques Chirac mengutarakan bahwa undangan bagi Sharon untuk berkunjung ke negeri itu, kini ditunda. Setidaknya sampai pemimpin negeri Yahudi itu menjelaskan komentarnya yang telah memicu kemarahan politisi Perancis dan kelompok Yahudi di negeri itu."Menyusul pernyataan Sharon, Perancis meminta penjelasan," ujar juru bicara tersebut. Sharon pada Senin (19/7/2004) kemarin menyerukan warga Yahudi di Perancis untuk pindah ke Israel guna menghindari aksi anti-Semit yang kian meluas. Pejabat-pejabat Israel berkomentar bahwa Perancis telah berlebihan menanggapi statemen Sharon tersebut.Pasalnya, Sharon sebelumnya juga kerap mengimbau seluruh warga Yahudi di dunia untuk migrasi ke Israel. "Menurut saya mereka berlebihan," kata Menteri Dalam Negeri Israel Avraham Poraz kepada Reuters. "Seperti yang Anda tahu, Israel adalah negara Zionis. Dan kami selalu menyarankan Yahudi untuk pindah ke Israel. Jadi tak ada yang baru soal itu," tandasnya.
(ita/)











































