"Indonesia sangat prihatin atas perkembangan yang terus bergulir di Suriah," ujar Menteri Luar Negeri Indonesia, Marty Natalegawa, kepada wartawan di Bali International Convention Center (BICC), Nusa Dua, Jumat (9/12/2011).
Menurut Marty, hingga kini Suriah tidak menunjukkan perkembangan yang baik ke arah perbaikan. Duta Besar Indonesia yang ada di sana pun sudah ditarik pulang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya tidak ingin melihat jatuhnya korban sipil yang tidak berdosa," ucapnya.
Oleh karena itu, Indonesia memberikan desakan kepada pemerintah Suriah untuk segera menghentikan kekerasan terhadap rakyatnya. Satu-satunya jalan adalah dengan mengepankan dialog secara demokratis.
"Desakan kita kepada otoritas di Suriah adalah agar menanggalkan penggunaan kekerasan dan lebih mengedepankan dialog-dialog, mengelola aspirasi dari warganya yang lebih baik," tegas Marty.
Seperti diberitakan, pemerintah Suriah terus mengerahkan tank-tank dan pasukan militer dalam menghadapi para demonstran yang menuntut pengunduran diri Presiden Assad. Menurut perkiraan badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), lebih dari 3.500 orang telah tewas selama pergolakan yang telah berlangsung berbulan-bulan itu.
(nvc/lrn)











































