Kecewa Abilio Dipenjara, Xanana Harus Hormati Hukum RI
Selasa, 20 Jul 2004 11:18 WIB
Jakarta -
Meski dulunya rival, Presiden Timor Leste Xanana Gusmao kecewa mantan Gubernur Timtim Abilio Jose Osorio Soares dipenjara 3 tahun. Namun Menlu Hassan Wirayudha mengingatkan Xanana untuk menghormati hukum Indonesia.Xanana bilang Abilio tidak bersalah? tanya wartawan. "Itu bukan hal yang baru. Ketika masih dalam proses persidangan, Xanana sudah sering mengirimkan surat. Tetapi itu kan persoalannya sudah ada keputusan pengadilan yang sudah ada ketetapan hukum yang tetap, baik di tingkat satu pengadilan HAM ad hoc, keputusan pengadilan tinggi, dan putusan kasasi MA."Demikian disampaikan Hassan di Hotel Grand Melia Kuningan Jakarta Selatan, Selasa (20/7/2004). Dia usai membuka acara dialog 'Kebijakan nasional pelaksanaan hasil konferensi utama PBB di bidang ekonomi sosial secara terintegrasi dan terkoordinasi pada tingkat nasional'."Jadi sejauh ini, kita percayakan saja proses eksekusi terhadap Abilio dilakukan secara fair. Kalaupun pihak Abilio merasa hal itu kurang fair, ada langkah-langkah hukum yang bisa diambil. Antara lain melakukan permohonan PK. Itu yang kita yakini akan berjalan. Kita dan Xanana harus menghormati itu," tukas Hassan.Xanana menyatakan kecewa dan menyesalkan putusan pengadilan Indonesia yang menghukum 3 tahun penjara atas Abilio. Dia mengaku sudah pernah menulis surat kepada majelis hakim Pengadilan HAM Ad Hoc agar Abilio dibebaskan atas kasus pelanggaran berat HAM di Timtim, terkait dengan kerusuhan pascareferendum 1999.Menurut Xanana, berdasarkan perjanjian di New York AS antara Indonesia dan Portugal pada 5 Mei 1999, tanggung jawab keamanan selama referendum pada Agustus 1999 berada pada aparat Indonesia.Abilio sendiri berkali-kali menyatakan keheranannya mengapa dirinya yang dipersalahkan dalam kasus tersebut. Sebab bukan dirinya yang memegang senjata dan bertanggung jawab atas situasi keamanan, melainkan aparat. Tapi kenyataannya, tidak ada aparat terkait yang dinyatakan bersalah. Abilio pun merasa dikambinghitamkan dan dikorbankan.
(sss/)










































