Penghasilan Nol, Karyawan PT DI Minta Bayar SPP Anak Ditunda

Penghasilan Nol, Karyawan PT DI Minta Bayar SPP Anak Ditunda

- detikNews
Selasa, 20 Jul 2004 10:48 WIB
Bandung - Tahun ajaran baru tidak hanya membawa suka. Tapi juga duka dan keprihatinan. Setidaknya itu yang dirasakan sejumlah karyawan PT Dirgantara Indonesia (PT DI) yang ter-PHK. Pasalnya, mereka mengaku tidak mempunyai kemampuan untuk membayar uang sekolah anak mereka di tahun ajaran baru ini. Karenanya, mereka berencana untuk mendatangi Kantor Dinas Pendidikan, meminta keringanan pembayaran.Ketua Serikat Pekerja Forum Komunikasi Karyawan (SP-FKK) PT DI Arif Minardi kepada detikcom di Bandung Selasa (20/7/2004) menuturkan bahwa pihaknya memang akan menemui para pejabat di Dinas Pendidikan. "Bukannya kenapa, dalam kondisi tidak mendapatkan penghasilan selama ini jangankan untuk membayar uang anak sekolah. Untuk makan sehari-hari saja, kami sudah banyak berhutang dan pinjam uang ke sana-sini," tuturnya.Meski demikian, Arif menegaskan bahwa pihaknya tidak akan datang dengan 'cek kosong' untuk meminta penundaan itu. Paling tidak, menurut Arif, jikaperjuangan para karyawan yang menuntut hak-haknya dan menolak di-PHK iniberhasil, maka sudah akan ada dana yang bisa dibayarkan untuk itu.Sementara, jika perjuangan mereka nantinya gagal, menurut Arif, para karyawan juga masih punya hak dengan uang pesangon dan tunjangan pensiun lainnya. "Jadi, pihak sekolah atau Dinas Pendidikan tidak perlu khawatir. Biaya sekolah anak-anak itu pasti nantinya kami bayarkan. Hanya saat ini kami mohonkan keringanan untuk penundaan pembayarannya," tuturnya lagi.Bahkan berdasarkan pembicaraan dengan sejumlah karyawan lainnya, pada intinya mereka setuju saja jika nantinya pihak sekolah menjalin komunikasi langsung dengan pihak yang berkompeten dalam pembayaran gaji, tunjangan atau pesangon. "Kalau mereka minta jaminan, kami siap saja nantinya hak kami langsung dipotong untuk membayar biaya pendidikan anak kami. Silakansaja, itu bisa dibicarakan," tegasnya.Yang jelas, kendati dalam kondisi berat dan terus berjuang itu, Arif menekankan tekad sejawatnya bahwa soal pendidikan bagi keluarga adalah halutama. "Kami bekerja dan berjuang jatuh bangun begini juga untuk keluarga.Karena itu, apa pun demi pendidikan dan masa depan anak juga akan kami korbankan," katanya.Rencananya, para karyawan yang setiap harinya kini sering berkumpul di depan monumen Nurtanio di Jl Pajajaran Bandung ini akan datang ke kantor Dinas Pendidikan beramai-ramai. "Mudah-mudahan, permohonan ini bisa dikabulkan," kata Arif lagi. (asy/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads