"Kita melihat peta politik dan hukum pada 2012. Pertama, Setgab dan koalisi akan muncul konflik internal," kata pengamat politik LIPI, Syamsuddin Haris, dalam diskusi bertema 'Peta Politik dan Hukum 2012" di DPD RI, Senayan, Jakarta, Jumat (9/12/2011).
Menurut Syamsuddin, suasana harmonis sudah tak terlihat lagi di Setgab. Berbagai isu yang tak pernah menemui kata sepakat, seperti calon pimpinan KPK, hingga revisi UU Pemilu menjadi buktinya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Setgab juga hanya akan menjadi alat negosiasi bagi partai-partai kecil mempertahankan PT yang presentasinya rendah," sambungnya.
Indikasi lain, kata Syamsuddin, terlihat dari kompetisi calon presiden untuk tahun 2014. Menurut dia, Hatta Rajasa bakal dimunculkan sebagai calon alternatif bagi Partai Demokrat.
"Hatta diumumkan capres PAN pada minggu besok dan itu SBY akan datang. Itu artinya Hatta akan menjadi semacam calon alternatif Demokrat untuk pemilu 2014 sebab PAN secara elektoral peluangnya kecil bertahan di Senayan," terangnya.
Anggota DPD RI I Wayan Sudirta menambahkan tahun 2012 juga akan diramaikan oleh perpecahan koalisi Setgab. Salah satu tandanya terlihat dari pembahasan parliamentary threshold dan dapil dalam revisi UU Pemilu.
"Menurut saya 2012 juga akan ramai koalisi setgab, dugaan orang-orang, koalisi dan setgab akan pecah. Pembahasan PT dan dapil akan mengancam keutuhan mereka," terangnya.
(mad/vit)











































