"Ada perbedaan antara kompetensi dan menang Pilkada. Kompetensi Jokowi tidak perlu diragukan lagi. Tapi untuk menang Pilkada perlu syarat tertentu. Bisakah Jokowi bersaing dengan figur-figur kuat di Jakarta seperti Fauzi Bowo dan Prijanto," ujar Direktur Eksekutif Median Survei Nasional, Rico Marbun kepada detikcom, Jumat (9/12/2011).
Rico menilai keberhasilan seorang walikota atau bupati dalam memimpin daerahnya tidak selalu diikuti dengan kemenangan dalam Pilkada Provinsi. Dia mencontohkan Wahidin Halim yang dinilai cukup sukses memimpin Kota Tangerang. Saat maju dalam Pilkada Banten, Wahidin dikalahkan Ratu Atut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rico menjelaskan kunci sukses Jokowi jika ingin menang adalah segera mendeklarasikan diri dan memperkenalkan diri pada masyarakat Jakarta. Selama ini, Jokowi dinilai belum terlalu dikenal publik Jakarta. Apalagi di tingkat akar rumput.
"Dia berhasil memimpin di Solo, tapi problemnya percuma kalau masyarakat Jakarta tidak tahu keberhasilan ini. Orang harus mengenal dia. Mengenal kompetensinya," tambah mantan Ketua BEM UI ini.
Walau sulit, Rico menilai kans Jokowi masih terbuka. Dia juga menilai masyarakat Jakarta tidak terlalu mempermasalahkan apakah Gubernurnya orang Betawi asli atau bukan.
"Umumnya masyarakat Jakarta tidak memperhatikan etnik. Jakarta kan ibukota. Seluruh suku dan penduduk dunia bertemu di sana," tutup Rico.
(rdf/fiq)











































