Zona Rawan Longsor di Tawangmangu Dipasangi Alat Khusus

Zona Rawan Longsor di Tawangmangu Dipasangi Alat Khusus

- detikNews
Kamis, 08 Des 2011 23:34 WIB
Solo - Di musim hujan seperti sekarang ini, warga di Dusun Guyon di Tawangmangu, Karanganyar, selalu dalam kondisi siaga. Tempat mereka tinggal merupakan kawasan zona merah rawan longsor. Karenanya untuk mengantisipasi kondisi terburuk, Kementerian ESDM memasang alat khusus di kawasan itu.

Petugas dari Badan Geologi Kementerian ESDM memasang alat khusus di kawasan zona merah longsor di Dusun Guyon, Desa Tengklik, Tawangmangu, Kamis (8/12/2011). Pemasangan alat tersebut sempat tertunda selama beberapa jam karena terhalang hujan lebat yang mengguyur lokasi semenjak pagi.

Kondisi di Dusun Guyon yang memang sangat mengkhawatirkan. Tak jauh dari lokasi dusun tersebut pernah terjadi longsor besar pada tahun 2007 lalu. Bencana saat itu membawa malapetaka besar karena membawa korban puluhan orang terkubur hidup-hidup dalam longsoran.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dampak bencana itu masih terasa hingga sekarang. Retakan tanah menganga dan melebar di sekitar Dusun Guyon menyerupai tapal kuda. Semakin lama, terutama di musim hujan, retakan itu semakin lebar dan meluas. Banyak warga yang telah meninggalkan Dusun Guyon karena khawatir terjadi longsor.

Jika sampai terjadi longsor, bukan hanya warga Guyon yang tedampak langsung. Namun juga puluhan jiwa yang menghuni dusun yang berada tepat di bawah Dusun Guyon. Karena itulah Kementerian ESDM memasang alat khusus untuk memantau kondisi dusun tersebut.

Ketua tim pemasangan alat, Kusdaryanto, mengatakan alat yang dipasang tersebut bukan sistem peringatan dini yang berbunyi jika terjadi tanda-tanda bahaya longsor. Alat itu adalah alat pengirim data real time kepada Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTK) Di Yogyakarta.

"Data yang dikirimkan yang seperti SMS. Jika alat tersebut mengirimkan data yang menunjukkan pergerakan tanah cukup besar di kawasan itu, secepatnya kami akan memberitahu atau merekomendasikan kepada Pemkab Karanganyar untuk segera mengevakuasi warga," papar Kusdaryanto.

Adapun alat-alat yang dipasang itu adalah alat sensor curah hujan, alat pemantau pergerakan tanah, serta global positioning system (GPS). Alat itu akan melakukan pengukuran pergerakan tanah akibat intensitas air. Seluruh alat yang dipasang tersebut bekerja menggunakan tenaga surya.

(mbr/rdf)


Berita Terkait